SOAL DUGAAN MAFIA BERAS – DPR RI Peringatkan Ombudsman

Anggota DPR RI, H Firman Subagiyo SE MH. (MERAPI-Alwi Alaydrus)
Anggota DPR RI, H Firman Subagiyo SE MH. (MERAPI-Alwi Alaydrus)

PATI ( MERAPI ) – Anggota DPR RI, H Firman Soebagyo mengecam pernyataan Wakil Ketua Ombudsman RI, Lely Pelitasari Soebekty yang sebelumnya menantang Dirut Bulog yang baru Budi Waseso agar membuktikan janjinya memberantas mafia beras.

“Sikap menantang ini hendaknya jangan terlalu berlebihan, dan lembaga Ombudsman jangan memposisikan seperti LSM” kata Firman Subagiyo SE MH, Selasa (1/5).

Lebih lanjut, anggota DPR RI komisi II ini menegaskan jika seorang komisioner Ombudsmen, sebenarnya tidak perlu mengeluarkan pernyataan seperti itu. Karena tugas serta fungsi Ombudsman adalah melakukan pengawasan. “Kalau ada pengaduan masyarakat yang terkait dengan kebijakan publik, sebaiknya jangan bersikap seperti LSM,” kata anggota dewan asal Batangan kabupaten Pati ini.

“Kami makin kecewa, karena nada pesimis dan menantang dilontarkan komisoner Ombudsman, dan itu bukan hanya sekali tetapi sudah beberapa kali dilakukan. Apalagi apa yang disampaikan Lely Pelitasari sebagai komisioner Ombudsman terkesan tidak menguasi dan memahami tentang tugas dan fungsinya”. Kata politikus PG sambil menambahkan jika Lely Pelitasari Soebekty, itu harus paham terkait permainan beras dan komonditi pangan lainya di Bulog yang disetir mafia beras sudah terjadi sejak zaman era orde baru sampai sekarang.

“Kenapa ini terjadi karena ada kongkalikong yang terstruktur dijajaran Bulog, baik di tingkat pusat sampai ke tingkat Divre dan sub divre Dolog ?. Apalagi bisnis beras dan kebutuhan pangan pokok adalah sangat menggiurkan. Untuk itu jangan asal menuding dan menantang,” tutur Firman Subagiyo dengan nada menyesalkan.

FS, begitu Firman Subagiyo biasa dipanggil, berharap komisioner Ombudsman jangan understamed (kehilangan kepercayaan) kepada tokoh sekaliber Buwas (Budi Waseso) untuk dapat membutikan janjinya memberantas mafia beras yang bermain di Bulog.

“Sebaiknya Ombudsman khususnya Lely Pelitasari Soebekty bisa introspeksi dan memberikan kesempatan kepada Buwas agar bisa membuktikan janjinya. Dan jangan mengambil kesempatan ini dengan melontarkan hal tidak populis dengan memanfaatkan moment mafia beras ini,” tegas FS.

“Kita semua harus memberikan dukungan terhadap janji mantan Kepala BNN yang akan melakukan bersih-bersih dari dalam terhadap oknum aparataur Bulog jangan coba coba memanfatkan kesempatan dan ikut bermain kebutuhan pokok untuk meraup keuntungan secara pribadi semata. Apalagi, Buwas dengan pengalaman sejak bertugas di POLRI sebagai Kabateskrim dan Kepala dan BNN, maka kapasitas dan integritasnya tidak diragukan lagi dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok, khususnya beras

“Kita yakin kredibilitas dan kapasitas seorang Buwas bisa menjalankan amanah yang diberikan untuk menjaga dan menstabilkan harga bahan pokok dan mampu bekerjasama dengan jajaran aparat penegak hukum lainya untuk memberantas mafia pangan yg selama ini gentayangan disekitar Bulog dan lembaga penerintah lainya ,” tandasnya.

Dalam akhir keterangannya, Firman Soebagyo balik curiga jangan jangan Lely Pelitasari Soebekty sudah di loby mafia beras ini, “kita harus waspada dan publik harus mengawasi kinerja Lely PS sebagai komisioner, yang baru seumur jagung” pungkas Firman Soebagyo.

Lebaran

Sebagaimana diberitakan, Wakil Ketua Ombudsman RI, Lely Pelitasari Soebekty menyinggung soal pernyataan Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum BULOG) Budi Waseso terkait dengan penertiban pelaku usaha beras yang memainkan harga pangan menjelang Ramadhan.

Menurut Lely PS, pernyataan Buwas perlu diperjelas kembali tentang indikator sebagai pemain beras dapat lebih terperinci. Sebab saat ini, banyak isu-isu beredarnya mafia beras menjelang Bulan Ramadhan. “Jadi misalnya bukan sekedar kemudian bicara, saya berkomentar dengan Dirut baru (Budi Waseso) memberantas beras oke, itu niat baik, namun ada indikator yang perlu kita lihat itu siapa,” kata Lely dalam diskusi Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu lalu.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menetapkan Budi Waseso sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum BULOG). Keputusan pengangkatan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-115/MBU/04/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Umum (Perum) BULOG.

Dengan jabatan barunya, Budi Waseso mengaku akan bekerja keras dalam memastikan pasokan beras, terlebih menjelang Lebaran yang tinggal dua bulan lagi. Bahkan, dia memberikan peringatan kepada siapa saja yang mencoba mempermainkan pasokan beras ini akan ditindak. “Saya kan berangkat dari latar belakang penegak hukum, jadi kalau ada yang main-main akan ditertibkan, harus itu,” tegas Buwas. (Cuk)

 

Area lampiran

Read previous post:
Di Masa Transisi, Petani Butuh Penyesuaian Sistem Kartu Tani

KARANGANYAR (MERAPI) - Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar mendapati stok pupuk subsidi belum terserap ke petani secara sempurna usai pemberlakuan

Close