Jago ‘Free Flight,’ Macaw Kian Mahal

MERAPI-SULISTYANTO Macaw jenis blue and gold (bng) mempunyai tampilan bulu-bulu khas.
MERAPI-SULISTYANTO
Macaw jenis blue and gold (bng) mempunyai tampilan bulu-bulu khas.

MACAW termasuk jenis burung yang mempunyai keindahan bulu-bulu menawan serta cocok dijadikan sebagai satwa klangenan. Sebagian malah piawai menirukan suara manusia dan berpolah tingkah unik, seperti orang sedang menari . Selain itu dapat dilatih free flight atau dilepas untuk terbang bebas dan bisa kembali ke pemilik ataupun perawatnya.

“Macaw yang sudah dilatih free flight dan akhirnya menjadi burung jago atau pintar free flight harganya bisa semakin mahal. Jadi selain mempunyai keindahan bulu, macaw termasuk burung yang pintar dan unik,” terang Ketua Jogja Free Flight (JFF) Tri Wahyudi, baru-baru ini.

Beberapa anggota JFF, lanjutnya, sudah ada yang mempunyai macaw dan bisa free flight. Jenis macaw yang sudah biasa dipelihara antara lain blue and gold (bng), green win dan scarlet macaw. Saat ini semua jenis macaw masih mempunyai harga lumayan mahal, dari anakan sudah dibanderol mulai Rp 25 juta sampai Rp 90 juta. Harga terutama dipengaruhi jenis, umur dan tingkat kepintarannya. Sedangkan untuk bisa menangkarkannya, tak semudah jenis burung lain, sebab ada berbagai perlakuan khusus.

“Penangkar macaw di Indonesia belum banyak. Ketika berhasil menangkarkan, harga anakan macam masih dibanderol mahal, misalnya jenis scarlet Rp 80 juta, green win Rp 50 juta dan bng Rp 30 juta perekornya,” ungkap Tri.

Ditambahkan, ketika mempunyai macaw perlu rutin menjemur bahkan memandikannya setiap hari. Bahkan sejak masih anakan sudah dibiasakan untuk dimandikan agar tak mudah alergi dengan air. Selain itu kandang juga dijaga kebersihannya guna mendukung kesehatan macaw. Seperti halnya jenis- jenis burung paruh bengkok lainnya, macaw senang makanan wujud biji-bijian dan buah. Tak kalah penting, air minum yang bersih juga selalu disediakan di kompleks kandang.

Hal senada diungkap salah satu perawat macaw di Mini Zoo Sleman Exotarium, Nur Khoiri, bahwa pemberian pakan berkualitas serta menjaga kebersihan kandang akan mendukung kesehatan macaw. Jenis pakan buah-buahan misalnya pepaya, pisang dan apel. Sedangkan biji-bijian antara lain jagung manis, kwaci, kacang merah dan kacang tanah. Selain di tempatkan di kandang khusus, macaw dapat dibuatkan tenggeran dan salah satu kakinya diberi rantai khusus lalu diikatkan pada tenggeran tersebut.

“Sampai saat ini di Sleman Exotarium belum ada macaw bisa free flight. Tapi pas soft opening Sleman Exotarium, ada beberapa teman dari JFF membawa macaw free flight lalu diterbangkan bebas di sekitar tenda tamu undangan,” papar Nur.

Adapun jenis macaw dengan karakter badan kecil, kisaran umur di atas tiga tahun sudah bisa dipasangkan atau ditangkarkan. Jika karakter badan besar, minimal setelah umur tujuh tahun. Ketika berhasil bertelur, penetasan dapat dierami induknya langsung maupun menggunakan mesin penetas. Setelah menetas, anakan dapat ditempatkan dalam kotak inkubator yang dilengkapi lampu penghangat. Ketika rutin diloloh atau disuapi manusia sejak anakan, macaw akan tampil lebih jinak serta mudah dilatih free flight. (Yan)

 

Read previous post:
Terung Cegah Risiko Kanker dan Hipertensi

SEBAGIAN bahan alami meski tampak sepele, namun ternyata memiliki beberapa khasiat kesehatan. Ketika rutin dikonsumsi tak perlu membutuhkan banyak biaya,

Close