Dandim Yogya : “Talud Kawat Bronjong Lebih Kuat…”

MERAPI-ISTIMEWA Prajurit Satgas TMMD Kodim Yogya bangun talud
MERAPI-ISTIMEWA
Prajurit Satgas TMMD Kodim Yogya bangun talud

PEMBANGUNAN talud di Sungai Gajah Wong menjadi program utama TMMD Reguler ke-101 Kodim 0734/ Yogyakarta di Kelurahan Pandeyan, Umbulharjo. Pembangunan talud di sungai kawasan ini sangat mendesak lantaran selama ini sungai tersebut sering menimbulkan banjir terutama saat musim penghujan tiba.

Metode talud bronjong dipilih Satgas TMMD Kodim Yogya dalam menjawab tantangan Gajahwong. Membuat talud dengan metode bronjong juga dianggap lebih efisien dan cocok dengan karakter sungai tersebut.

“Mengapa dipilih kawat bronjong, karena kelemahan kawat bronjong dibanding tanggul beton tergolong lebih sedikit dibandingkan kelebihannya. Kawat bronjong selama ini menjadi pilihan yang banyak digunakan untuk membuat pelindung pada konstruksi bangunan,” jelas Dandim Yogya Letkol Inf Rudi Firmansyah, Kamis (26/4).

Talud kawat bronjong dianggap lebih kuat dan kokoh dibanding dengan menggunakan beton permanen dari semen. Kelebihan lain dari kawat brojong juga tidak mudah longsor, sehingga tebing sungai tidak mudah tergerus air sungai walau saat deras sekalipun.
Dijelaskannya kawat bronjong sendiri merupakan kotak yang terdiri dari anyaman kawat baja dengan lapisan seng. Dalam penggunaannya kawat tersebut diisi dengan batu-batu untuk kemudian disusun sejara bertingkat menjadi sebuah tanggul.

Dalam sasaran program pembangunan talud Gajahwong, target yang harus dicapai Tim Satgas yakni sepanjang 180 meter. Untuk ketebalan dan tinggi talud yang harus dibangun yaitu 3 meter. Saat ini sasaran dalam program ini telah memasuki tahap akhir. (Fin)

 

Read previous post:
Panci ‘Steamboat’ Bikin Masakan Awet Hangat

ANEKA masakan berkuah cocok disantap dalam keadaan panas atau hangat. Guna mempertahankan keawetan masakan termasuk saat disajikan kepada konsumen, maka

Close