PEMILIHAN DPD DIY-Wajah Baru Bersaing dengan 4 Petahana

Jajaran komisioner KPU DIY saat memberikan keterangan terkait pencalonan DPD RI dalam Pemilu 2019. (MERAPI-TRI DARMIYATI)
Jajaran komisioner KPU DIY saat memberikan keterangan terkait pencalonan DPD RI dalam Pemilu 2019. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Sebanyak 15 bakal calon (bacalon) anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DIY, empat di antaranya petahana, dipastikan melanjutkan tahap verifikasi. Para bacalon DPD itu telah menyerahkan berkas dukungan suara dan memenuhi ketentuan minimal pendukung ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY.

“Totalnya ada 15 bacalon DPD yang akan diverifikasi. Itu karena bacalon DPD Lingga JBP mengundurkan diri dan Sunu Edi Wibowo tidak datang menyerahkan berkas dukungan,” kata Komisioner KPU DIY, Farid Bambang Siswantoro di KPU DIY, Jumat (27/4).

Pihaknya tidak mengetahui alasan Sunu, karena tidak melakukan konfirmasi ke KPU DIY hingga penutupan penyerahan berkas dukungan suara Kamis (26/4) pukul 24.00 WIB. Adapun 11 bacalon anggota DPD DIY wajah baru yang lanjut tahap verifikasi di antaranya Bambang Soepijanto, Gandung Pardiman, Chang Wendryanto, Ismarindayani, Fidelis Indriarto, Yohanes Widi Praptomo, Arif Noor Hartanto, Bachrul Ulum, Hilmy Muhammad, Hendri Hendradi dan Sukabiwata. Adapun empat bacalon petahan yakni GKR Hemas, Hafidh Asrom, Muhammad Afnan Hadikusumo serta Cholid Mahmud.

Hingga Jumat (27/4) KPU DIY masih melakukan perhitungan kelengkapan berkas dari para bacalon. Menurutnya tidak masalah perbaikan berkas dan kelengkapannya dipenuhi hingga kemarin, walapun pendaftaran penyerahan berkas telah ditutup Kamis (26/4). Dia menegaskan pendaftaran bacalon DPD diterima saat datang ke KPU DIY mendaftar dan menyerahkan berkas dukungan yang memenuhi ambang minimal dukungan 2.000 suara.

Dukungan suara terbanyak diserahkan Hilmy 5.115 dan dukungan paling sedikit Cholid Mahmud 2.014 suara. Setelah seluruh dokumen dari para calon diterima, KPU akan melakukan verifikasi atau penelitian administratif. Penelitian untuk melihat ada kegandaan data atau tidak, mengecek pendukung yang berstatus PNS, TNI, Polri dan warga yang belum memilik hak pilih. Termasuk meneliti kelengkapan dokumen.

“Setelah ini akan dilakukan verifikkasi mulai kemarin sampai 1 Juli 2018. Verifikasi dukungan dengan mengambi sampling 10 persen suara pendukung di tiap kabupaten dan kota,” terangnya.

Dari 15 bacalon anggota DPD DIY sebagian adalah sosok yang kini masih menjabat sebagai legislator di DPRD DIY yakni Arif Noor Hartanto dan Chang Wendryanto. Arif mengaku memilih jalur DPD karena mendapatkan dorongan dari berbagai kalangan baik politik, organisasi masyarakat dan tokoh masyarakat. Meskipun Arif juga dikenal sebagai tokoh di Muhammadiyah, tapi dia tidak mempermasalahkan ormas Islam itu memberikan dukungan ke bacalon DPD lain.

“Saya mendudukkan DPD ini adalah calon perseorangan. Tidak ada unsur politik dan ormas. Selama ini saya sudah menggunakan hak memilih (DPD), sekarang saya gunakan hak untuk dipilih,” papar Arif ditemui di KPU DIY kemarin.

Sedangkan Chang Wendriyanto juga mengatakan memilih jalur DPD karena didasarkan dorongan dari teman-temannya. Termasuk memperluas jaringan tidak hanya di wilayah Kota Yogyakarta. “Ini adalah hak personal tiap warga negara. Bukan karena persaingan di legislatif berat. Yang jelas teman-teman meminta saya ke DPD, saya siap,” tandas Chang. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Tanpa Demo, Buruh Pilih Senam Bersama Peringati May Day

UMBULHARJO (MERAPI) - Peringatan hari buruh atau May Day pada 1 Mei menjadi momentum para buruh menyampaikan aspirasi. Setidaknya ada

Close