PERAMPOK MINIMARKET DITANGKAP-Berani Ngrampok karena Mabuk Ciu

MERAPI-SAMENTO SIHONO Kombes Pol Hadi Utomo saat mengintrogasi pelaku perampokan minimarket.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Kombes Pol Hadi Utomo saat mengintrogasi pelaku perampokan minimarket.

DEPOK (MERAPI)- Tiga pelaku perampokan minimarket 24 jam di Jalan Yogya-Solo KM 10, Kalasan, Sleman akhirnya dibekuk Ditreskrimum Polda DIY, Senin (23/4) malam. Para pelaku dikenali setelah polisi mengamati rekaman kamera CCTV. Mereka mengaku spontan merampok akibat mabuk minuman keras jenis ciu.
Ketika pelaku yang diamankan di antaranya AS (23) warga Ngadiwinatan, Yogya, CA (25) warga Klitren, Yogya dan AB (27) warga Tejokusuman, Yogya. Selain pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti pedang, dua handphone dan puluhan bungkus rokok.
“Mabuk minuman keras membuat mereka berani merampok,” ujar Direktur Reskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo kepada wartawan, Kamis (26/4). Dijelaskan Kombes Hadi, ketiga pelaku ditangkap setelah dilakukan penyelidikan berbekal rekaman kamera CCTV minimarket. Usai kejadian itu, rekaman CCTV di minimarket memang menyebar di sosial media dan menjadi viral. Dari rekaman itu kemudian polisi melakukan penyelidikan.

“Video yang diunggah di Youtube kita amati dan berhasil mengidentifikasi para pelaku. Ternyata pelaku masih di Yogya, makanya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan penangkapan,” ujar Kombes Pol Hadi Utomo. Menurut dia, tersangka pertama yang dibekuk adalah AS saat ngamen di Jalan Kaliurang. Setelah dikembangkan, dua pelaku lain, CA dan AB diringkus di rumah kosnya di Pugeran Depok Sleman.
Hadi menjelaskan, ketiga pelaku saat menjalankan aksinya tengah terpengaruh minuman keras jenis ciu. Sehingga tak mengherankan saat beraksi, mereka tidak merasa takut dan dengan sengaja tidak mematikan CCTV minimarket.
“Ada beberapa hal yang menarik, di antaranya keberanian mereka. Di Youtube mereka tampak nyantai saat beraksi. Itu semua karena mereka terpengaruh minuman keras,” katanya.

BACA JUGA:DIBUNUH PACAR-Gadis Pemandu Karaoke Dibuang ke Sumur dalam Kondisi Sekarat

Kepada polisi, tersangka AB mengaku awalnya tak terpikirkan merampok minimarket. Baru setelah mereka mabuk, niat merampok timbul. Apalagi dia perokok berat dan tak punya uang membeli rokok. Makanya setelah berhasil masuk, dia mengincar rokok. “Perampokan itu spontan. Tak ada unsur rencana. Kebetulan saat itu sedang sepi, dan saya berani melakukan karena saya mabuk,” jelasnya.
Sementara itu, tersangka CA bertugas mengunci petugas minimarket di kamar mandi, sedangkan otak aksi perampokan ini adalah AS. AS juga diketahui sebagai pemilik sebilah pedang yang digunakan sebagai alat kejahatan.
“Baru sekali ngrampok. Waktu itu sepi jam 3 pagi. Handphone punya petugas minimarket itu Xiaomi dan Samsung yang buat jual pulsa. Pedang saya mengambil dahulu di kos. Kalau minuman keras beli di Gejayan,” jelas AS.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Polda DIY. Ketiganya terancam pasal 365 tentang pencurian dan pemberatan (Curat) dengan ancaman hukuman 5 sampai 10 tahun.
Seperti diberitakan, tiga orang perampok menyatroni sebuah minimarket berjejaring di Jalan Yogya-Solo Sorogenen, Kalasan, Sleman, Senin (26/3) pukul 03.00 WIB. Para perampok mengancam dua karyawan minimarket menggunakan senjata tajam, menyekapnya lantas menguras uang Rp 1,5 juta di laci kasir. Aksi mereka terekam kamera CCTV dan tersebar di dunia maya.
Tak hanya uang, para pelaku juga membawa kabur rokok dan handphone milik penjaga minimarket. Dalam rekaman CCTV berdurasi 2 menit yang tersebar di dunia maya, terlihat tiga pelaku datang seperti pembeli. Namun mereka mengenakan masker untuk menutupi wajahnya. Dua orang kemudian terlihat mengeluarkan pedang. Sempat terjadi aksi tarik menarik antara pelaku dan dua saksi. Namun dua karyawan minimarket itu tak kuasa melawan. Mereka kemudian disekap di kamar mandi. (Shn)

 

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KARTUN – 27 April 2018

Close