Truk Mlorot, Kasus Illegal Logging Terungkap

MERAPI-M TASLIM HADI Kapolres Grobogan memeriksa kayu jati gelap yang diamankan Polsek Geyer.
MERAPI-M TASLIM HADI
Kapolres Grobogan memeriksa kayu jati gelap yang diamankan Polsek Geyer.

GROBOGAN (MERAPI) – Pr (49), warga Desa Sambeng Kecamatan Juwangi Boyolali dan AR (31), warga Desa Ketro Kecamatan Karangrayung Grobogan, mengalami nasib sial. Gara-gara truk yang dibawanya mlorot tidak bisa melewati jalan tanjakan, kasus illegal logging yang mereka lakukan terungkap.

“Truk Nopol H 1547 TA yang dibawa kedua pelaku mengangkut puluhan batang kayu jenis sonokeling yang diduga berasal dari penebangan areal Perhutani. Kini keduanya bersama barang bukti kami amankan,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq, Senin (24/4).

Kasus yang dilakukan kedua pelaku tersebut terungkap berawal saat anggota Perhutani KPH Purwodadi sedang melakukan patroli melintas di pertigaan jalan Kedungombo-Monggot di Desa Kalangbancar yang kondisinya agak menanjak. Saksi sempat menyaksikan ada truk yang mlorot dan tersandar pada pohon besar karena kelebihan muatan.

Pegawai Perhutani tersebut kemudian mendekati truk tersebut dan mengecek muatan yang ada didalam bak. Saat diperiksa, dalam truk tersebut terdapat 61 batang kayu jenis sonokeling dalam bentuk balok dan gelondongan.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Geyer. Setelah dilakukan pemeriksaan, pengemudi truk Pr sempat menunjukkan nota angkutan hasil hutan kayu budidaya yang berasal dari hutan hak. “Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi yang tertera dalam nota atau dokumen tersebut, ternyata tidak ada bekas tebangan kayu sonokeling. Akhirnya, keduanya kita amankan berikut barang bukti truk berisi kayu itu untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kapolres.

Berdasarkan perhitungan petugas Perhutani, volume kayu sebanyak 3,7944 meterkubik dengan nilai berkisar Rp 26 juta. Atas perbuatannya, kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 83 ayat 1, huruf b, UU RI No 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Ancaman hukumannya minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun. (Mas)

Read previous post:
Dua Hari Terkendala Server, Hari Ketiga UNBK di Sukoharjo Lancar

SUKOHARJO (MERAPI) - Hari ketiga pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sukoharjo berjalan lancar Rabu (25/4). Kendala gangguan server

Close