Kakak Ajak Adik Nyuri Motor

MERAPI-SAMENTO SIHONO Komplotan pencuri motor beserta barang bukti diamankan ke Polsek Godean.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Komplotan pencuri motor beserta barang bukti diamankan ke Polsek Godean.

GODEAN (MERAPI)-  Petugas Polsek Godean meringkus lima anggota sindikat pencuri spesialis sepedamotor yang beraksi di Sleman. Kepada polisi, mereka mengaku sudah beraksi di lima lokasi. Dua di antara pelaku adalah kakak-beradik.
Duo kakak beradik yang diamankan adalah BS (16) dan RW (13) warga Godean, Sleman. Sedang tiga pelaku lain yang diringkus yakni SF (20), KB (23), dan BF (20) semuanya warga Godean Sleman. Kapolsek Godean Kompol Herry Suryanto kepada wartawan, Selasa (24/4) mengatakan, kelima pelaku ditangkap setelah polisi menerima laporan korban Wahono warga Godean. Motornya Honda Beat Nopol AD 158 DX raib dicuri saat ditinggal salat di masjid Al-Jihad yang berada di Dusun Kunden, Sidoluhur, Godean.
“Mereka ini mengincar jemaah masjid, karena minim pengawasan. Pelaku memanfaatkan korban yang biasanya tergesa-gesa untuk beribadah sehingga memarkir motor sembarangan,” ujar Kompol Herry Suryanto.
Menurutnya, setelah menerima laporan dari korban Wahono, polisi kemudian melakukan penyelidikan di TKP dengan meminta keterangan saksi. Saat itulah ada warga yang mengenali kakak beradik BS serta RW membawa kabur motor korban.

“Sempat ada saksi yang mengenali ciri-ciri pelaku. Dari keterangan itu kita tangkap kedua pelaku beserta barang bukti sepeda motor,” katanya.
Dikatakan Herry, dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku datang ke lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda motor. Setelah memastikan memastikan situasi aman, RW kemudian masuk ke parkiran masjid untuk mengambil sepeda motor dan membawa kabur.
“Motor curian itu dibawa keluar masjid dengan cara dituntun. Setelah keluar masjid, motor kemudian didorong oleh BS untuk dibawa pulang,” jelasnya.
Kepada penyidik, BS mengaku mengajak adiknya itu untuk mencuri motor dan digunakan sehari-hari. “BS mengaku ingin memiliki kendaraan tersebut,” jelasnya. Sedangkan pelaku RW, jelas Kapolesk, yang berperan sebagai pemetik ini hanya diberi imbalan sebatang rokok oleh kakaknya, untuk membantu melakukan pencurian itu.
“Saya yang nyetir dan mengawasi, adik saya yang ngambil motor. Pas orang lagi salat maghrib, kita ambil motornya,” ujar BS.

Kanit Reskrim Polsek Godean AKP M Darban menjelaskan, kepada polisi, BS mengaku tak hanya sekali beraksi. Bahkan dia kemudian menunjuk tiga rekan lain yang biasa diajak mencuri motor. Berdasarkan keterangan BS, polisi akhirnya meringkus tiga pelaku lain, yakni SF (20), KB (23), dan BF (20).
Menurut Darban, komplotan ini telah beraksi lima kali. Di antaranya tiga kali di wilayah Godean, serta dua kali di Gamping dan Seyegan. Saat beraksi pelaku selalu bergonta-ganti pasangan. Dikatakan Darban, hasil curian dijual secara online maupun langsung dengan kisaran harga Rp 1 juta, hingga Rp 2 juta.
“Hanya ada tiga sepeda motor yang berhasil kita amankan, untuk aksi pencurian di Seyegan, motor belum ditemukan karena sudah dijual,” jelasnya.
Komplotan pencuri spesialis sepeda motor ini, menurut Darban, menyasar masjid-masjid sebagai target utamanya. Menurutnya, masjid merupakan lokasi yang paling mudah, karena tidak ada pantauan, selain itu korban sering terburu-buru dan lupa untuk mengunci stang.
“Mereka beraksi saat waktu salat maghrib dan subuh, sasaranya memang masjid,” katanya.

Darban menambahkan dari lima pelaku, empat di antaranya yakni SF, KB, dan BS pernah melakukan kejahatan di wilayah Tasikmalaya, namun karena saat itu masih di bawah umur dan hanya dikenai diversi. Sedangakan BF divonis hukuman 3 tahun penjara, karena mencuri di Seyegan.
Otak komplotan ini, BF mengaku hasil kejahatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sepeda motor curian tersebut dijual secara online maupun langsung pada pembelinya, namun beberapa komponen dilepas untuk dijual terpisah.
“Hasil penjualan kita dibagi rata, ada juga yang dipakai sendiri. Saat beraksi kita selalu berganti pasangan,” kata BF.
Atas perbuatanya kini pelaku harus mendekam di sel tahanan Polsek Godean, mereka dijerat dengan pasa 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. “Sementara untuk pelaku yang masih di bawah umur, sesuai dengan peradilan anak,” tandasnya.  (Shn)

 

Read previous post:
KPU Sleman Tetapkan 6 Dapil

SLEMAN (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menyerahkan Surat Keputusan (SK) KPU RI tentang hasil penataan Daerah Pemilihan

Close