LESUS DI KAMPUS STPMD-Syok Lihat Pesawat Hindari Puting Beliung

MERAPI-KIRIMAN ADE FERNANDEZ Ruangan kelas kampus STPMD rusak disapu lesus.
MERAPI-KIRIMAN ADE FERNANDEZ
Ruangan kelas kampus STPMD rusak disapu lesus.

GONDOKUSUMAN (MERAPI)-Peristiwa angin lesus yang terjadi di kampus Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogya nampaknya tak akan pernah dilupakan oleh Richard. Mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan ini mengaku melihat proses detik-detik angin lesus menerjang kampusnya, Selasa (24/4).
“Cukup lama angin menerjang, sekitar 10 sampai 20 menit saya lihat,” ujarnya saat ditemui di kampus STPMD Baciro, Yogya. Dia mengatakan, ada hal aneh yang terlihat sebelum angin menyapu kampusnya. Yakni sebuah pesawat yang menghindari pusaran puting beliung. Dia mengatakan, pesawat bercat putih-hijau itu awalnya terlihat hendak melakukan pendaratan di Bandara Adisutjipto, Yogya. Saat melintas di atas kampus STPMD, kata Richard, mendadak pesawat terbang agak rendah kemudian langsung melesat ke atas. “Terlihat pesawat itu menghindari pusaran angin,” ujarnya.

Dia mengatakan, bunyi mesin pesawat juga sangat keras terdengar. “Pokoknya bunyi mesin pesawat tak seperti biasanya. Keras dan terdengar dekat,” ujarnya. Setelah pesawat itu berhasil menghindari pusaran angin, barulah lesus menerjang kampusnya. Richard mengaku saat itu berada di selasar kampus. “Pohon bertumbangan, mahasiswa berlarian menyelamatkan diri,” jelas Richard yang sempat merekam detik-detik angin saat menerjang kampusnya. Akibat lesus di kampus STPMD ini, dua ruangan kelas rusak serta lima pohon tumbang.
Sementara itu Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops – PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mencatat, hingga petang kemarin, ada 14 rumah milik 14 kepala keluarga di wilayah RW 17 hingga RW 20 Baciro, Gondokusumen terdampak angin kencang. Sedangkan pohon tumbang terjadi di lokasi area kampus STPMD Yogyakarta.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Agus Winarto menyatakan, bencana angin itu baru pertama kalai terjadi di wilayah Baciro. Menurutnya, dampak angin kencang itu tidak terlalu parah karena ekor pusaran angin tidak sampai ke bawah.
“Ekor pusaran angin belum sempat ke bawah, lalu hujan turun. Ini keberuntungannya. Tidak ada korban jiwa. Kami masih terus melakukan pendataan. Untuk sementara, kami beri bantuan terpal untuk kerusakan atap rumah warga,” tandas Agus. (Abg/Tri)

Read previous post:
MEREMAS PAYUDARA Pelaku Masih Anak-anak, Diversi

WONOSARI (MERAPI)- Arh (15) oknum pelajar SMP di Wonosari, Gunungkidul tersangka pelaku peremas payudara terhadap seorang gadis di Jalan Wonosari-Paliyan

Close