TERLIBAT PEMBUNUHAN LEMPAR BATU COR- Cah Klitih Diganjar 3 Tahun Penjara

 

Terdakwa dikawal petugas setelah mengikuti sidang pembacaan putusan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa dikawal petugas setelah mengikuti sidang pembacaan putusan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Majelis hakim yang diketuai Laily Fitria Titin Anugerahwati SH akhirnya menjatuhkan vonis 3 tahun penjara terhadap seorang anggota komplotan cah klitih, AR (17) warga Sobayan Dk Mredo Bangunharjo Sewon Bantul dalam sidang pembacaan putusan yang digelar secara terbuka di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Selasa (24/4) sore.

Vonis yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan jaksa Rr Shinta Ayu Dewi SH yang awalnya menuntut 4 tahun penjara. Terdakwa yang terlibat aksi pembunuhan dengan pelemparan batu cor atau batako terbukti bersalah melanggar pasal 351 ayat 3 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Kami meminta agar terdakwa dibebaskan tetapi majelis hakim hanya memberikan keringanan hukuman. Untuk itu kami masih pikir-pikir,” ujar F Pranawa SH, penasihat hukum terdakwa, usai sidang.

Dalam amar putusan majelis hakim terungkap, semula pada Minggu 5 November 2017 pukul 02.30 saksi Muhammad Hasbullah memboncengkan korban Arif Nurahman dan seorang temannya Muhammad Arief Wibowo mengendarai motor sendiri pulang sehabis mencari makan di angkringan.

Setelah sampai di Jalan Imogiri Barat ke selatan sempat didahului kendaraan terdakwa yang memboncengkan Agus Wahyudin (terpisah) dan mereka saling melotot. Sesampai perempatan Sudimoro motor terdakwa lurus ke selatan, sementara rombongan korban dari utara belok ke barat.

Sementara keduanya pun berbalik arah untuk mengejar rombongan korban. Sesampai barat perempatan Sudimoro Agus Wahyudin meminta terdakwa menghentikan sepeda motor dan mencari bongkahan batu cor di pinggir jalan kemudian melakukan pengejaran.

Ketika sampai di Dusun Ngasem Timbulharjo Sewon Bantul terdakwa berhasil mengejar rombongan korban dan Agus Wahyudin mengumpat dengan kata-kata kasar. Umpatan tersebut kemudian dibalas Muhammad Hasbullah.

Setelah itu sepeda motor terdakwa mendahului rombongan korban sekitar 200 meter lalu berhenti di tengah jalan. Agus Wahyudin kemudian melempar bongkahan batu cor ke arah korban Arif Nurahman mengenai dada dan langsung pingsan di atas motor.

Dengan sigap saksi Muhammad Hasbullah mengambil kemudi dan masuk kampung sambil teriak minta tolong. Rombongan korban ditolong warga dan dibawa ke Puskesmas Sewon 2 tetapi nyawa korban sudah tak tertolong. (C-5)

 

Read previous post:
17 Siswa Tidak Ikut UNBK Hari Pertama

SUKOHARJO (MERAPI) - Sebanyak 17 siswa SMP/MTs tidak mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di Sukoharjo. Rinciannya, 16

Close