ALL INDONESIA YOUNG KOI SHOW (AIYKS) – Jalin Semangat Pecinta Ikan Koi

MERAPI-SULISTYANTO Ikan-ikan koi yang diikutkan kontes ditempatkan dalam plastik bening untuk dinilai tim juri.
MERAPI-SULISTYANTO
Ikan-ikan koi yang diikutkan kontes ditempatkan dalam plastik bening untuk dinilai tim juri.

RIBUAN ikan koi memenuhi bagian dalam GOR UNY pada Sabtu-Minggu (21-22/4). Ratusan ikan koi terlihat terbungkus plastik bening dan telah diberi oksigen. Ikan-ikan koi tersebut sedang mengikuti kontes dalam ajang bertajuk All Indonesia Young Koi Show (AIYKS) XIV -2018. Tak hanya menjadi ajang unjuk penampilan ikan koi, kegiatan itu menjadi wadah menjaling semangat persahabatan pecinta koi.

Ketua Panitia AIYKS 2018, Eka Wiyandi menyebut jumlah koi yang diikutkan kontes ada 703 ekor dari berbagai jenis. Sedangkan jumlah pemilik koi yang mengikutkan sebagian koi untuk ikut kontes ada 195 orang.

“Pemilik ikan koi yang mengikuti kontes ada yang dari klub, pembenih atau <I>breeder<P>, penggemar koi dan pelaku-jual beli dan importir koi yang ada di Indonesia. Peserta paling banyak dari DKI Jakarta,” kata Eka kemarin.

Jenis atau varian koi yang dikutkan kontes terbagi dalam Kelas A, antara lain ada kohaku, taisho sanshoku dan showa sanshoku. Sedangkan Kelas B, misalnya ada shiro utsuri, koromo, goshiki, kinginrin A, hikari moyomono, kawarimono dan doitsu. Kelas C antara lain ada jenis hi ki utsurimono, bekko, shusui, asagi, kinginrin B, hikari mujimono dan tancho. Ukuran ikan koi dari 15 cm sampai 65 cm.

Tim juri dari Jepang terdiri dari Toshhko Matsuura, Makato Hnago dan Takahiro Omosako. Sedangkan dari Indonesia, yakni Hasan Suratno, Eric Yonathan serta Suwra S. Ada pula Aaron Goh dari Malaysia dan Saravut Prapakamol dari Thailand.

Dalam sambutan tertulisnya, Ketua Umum APKI Sugiarto Budiono menuturkan, dengan AIYKS akan terjalin semangat persahabatan para pecinta koi. Tak kalah penting semangat dalam memelihara, membudidayakan serta memperdagangkan koi, sehingga bisa terus mengalami peningkatan kualitas maupun kwantitas. “Artinya ini juga akan meningkatkan nilai ekonomi di sektor perikanan, khususnya ikan hias Indonesia,” ujar Sugiarto.

Tak hanya kontes, banyak ikan koi dipamerkan, dijualbelikan maupun dilelang dalam kegiatan yang diadakan oleh Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI ), Jogja Koi Club (JoKC) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Sebagian pengurus APKI pun menyempatkan datang menjalin komunikasi dan silaturahmi antara pecinta koi di Indonesia.

Sementara itu Mantan Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir SH MHum ditemui usai kegiatn tersebut merasa senang kegiatna nasional terkait hobi bisa terselenggara secara rutin di DIY. Selain akan meningkatkan jumlah wisatawan, wisata hobiis juga berpengaruh pada berbagai sektor lain, misalnya kuliner, hotel serta cinderamata. Sehingga ia sangat berharap kegiatan para hobiis dapat didukung berbagai pihak termasuk pemerintah daerah setempat. (Yan)

 

Read previous post:
UPACARA ADAT REJEBAN MERIAH – Tradisi Sembelih Kambing Hindari Marabahaya

PETILASAN Gondangho di Dusun Gunung Kelir, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, menjadi lokasi pusat pelaksanaan upacara adat bersih desa Rejeban

Close