UPACARA ADAT REJEBAN MERIAH – Tradisi Sembelih Kambing Hindari Marabahaya

MERAPI-AMIN KUNTARI Prosesi pelaksanaan upacara adat Rejeban di Petilasan Gondangho.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Prosesi pelaksanaan upacara adat Rejeban di Petilasan Gondangho.

PETILASAN Gondangho di Dusun Gunung Kelir, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulonprogo, menjadi lokasi pusat pelaksanaan upacara adat bersih desa Rejeban setiap tahun. Tepatnya Hari Selasa Kliwon di Bulan Rejeb. Ritualnya, berupa kirab budaya dan pemberian sesaji di petilasan, yakni penyembelihan kambing kendit di bawah pohon petilasan Gondangho.

Tahun ini, upacara adat Rejeban diselenggarakan warga Dusun Gunung Kelir dan Banyunganti, Selasa (10/4). Di awal acara, digelar kirab budaya dengan rute dari depan gapura Objek Wisata Sungai Tuk Mudal menuju Petilasan Gondangho yang berjarak sekitar tiga kilometer. Pelaksanaan kirab sarat dengan budaya tradisional Jawa, lantaran pesertanya mengenakan pakaian bregodo dan pakaian adat Jawa, diiringi gending Jawa.

Upacara adat Rejeban digelar warga Banyunganti dan Gunung Kelir untuk memohon kekuatan dan ketenteraman kepada Yang Kuasa. Sebelum puncak acara tradisi berupa kirab budaya dan pemberian sesaji, warga juga melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan, jalan-jalan serta pemakaman. Menurut pemangku adat setempat, Lebuh Prayitno, iring-iringan bregodo terdiri dari bregodo langensari yang membawa dan menyebar bunga, anak-anak siswa taman kanak-kanak, prajurit langen wanito, bregodo wirotamtomo, bregodo pinisepuh, among tani, kesenian, serta warga.

“Mereka mengusung enam gunungan hasil bumi juga sesaji berupa kambing kendit dan kelengkapan lainnya,” kata Lebuh, di sela acara.

Dalam kirab, terdapat gambaran Bandung Bondowoso yang mengendarai kuda, Roro Jonggrang yang ditandu, serta Prabu Boko. Ketiga karakter yang dianggap punya kaitan dengan Petilasan Gondangho ini pun menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menonton kirab. Mereka bahkan turut serta mengikuti iring-iringan kirab hingga lokasi akhir lantaran ingin menyaksikan ritual pemberian sesaji di Petilasan Gondangho.
Ritual pemberian sesaji dimulai dengan penyembelihan kambing kendit di bawah pohon Gondang, kemudian ditaburi bunga dan ditimbun bebatuan. Setelahnya, ditampilkan kesenian setempat berupa jathilan dan kesenian tayub.

“Petilasan ini merupakan bagian dari kisah Bandung Bondowoso sebelum di Prambanan, tepatnya menjadi lokasi pertempuran antara Bandung Bondowoso dengan Prabu Boko karena ingin mengawini Putri Jonggrang,” terang Lebuh.

Doa bersama kemudian mengiringi proses pemberian sesaji di Petilasan Gondangho. Setelahnya, warga langsung memperebutkan gunungan yang telah dikirab.

“Warga berharap, pelaksanaan ritual bisa menghindarkan kami dari marabahaya serta diberikan kehidupan yang aman, tenang dan tenteram,” jelasnya.

Pelaksanaan upacara adat Rejeban di Dusun Gunung Kelir, diapresiasi Dinas Kebudayaan Kulonprogo. Kabid Seni Adat dan Tradisi Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Wruhantoro menyampaikan, pelaksanaan upacara adat Rejeban tidak hanya memelihara tradisi, namun juga sebagai upaya memelihara lingkungan.

“Kegiatan ini kami dukung dan fasilitasi, sama seperti penyelenggaraan upacara adat di daerah lain,” pungkasnya. (Unt)

 

Read previous post:
Ini Dia Daftar Harga Zenfone Max Pro M1

JAKARTA (MERAPI) – Ada tiga jenis Zenfone Max Pro M1 yang dirilis ASUS di The Ritz-Carlton Ballroom Jakarta, Senin (23/4).

Close