UPAYA HINDARI OSTEOPOROSIS SECARA ALAMI (1) – Racikan Bawang dan Kumis Kucing

MERAPI-JB SANTOSO Bawang putih memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
MERAPI-JB SANTOSO
Bawang putih memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

KALAU diparingi umur panjang oleh Gusti Allah, ada kemungkinan kita berhadapan dengan keropos atau kerapuhan tulang atawa osteoporosis. Proses alami yang lazim terjadi pada manusia. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada orang tua, laki-laki maupaun perempuan, tapi utamanya pada perempuan menopause.

Kerapuhan tulang ibarat kodrat yang sulit dihindari, tapi merupakan kenyataan yang harus dihadapi. Kita tidak bisa melawan kodrat, tapi hanya mengurangi dampaknya. Orang Jawa mengatakan, kodrat bisa diwiradat.

Menurut herbalis Dr Setiawan Dalimartha, osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai dengan rendahnya massa tulang. Juga terjadinya perubahan mikroarsitektur jaringan tulang sehingga tulang menjadi rapuh. Osteoporosis juga merupakan penyakit metabolik atau keropos tulang.

Penyakit ini merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh perempuan setelah menopause. Karena sering tidak menunjukkan gejala, osteoporosis juga sering disebut dengan silent disease.

Proses osteoporosis sebenarnya sudah dimulai sejak seseorang belum tua-tua amat. Pada usia antara 40 hingga 45 tahun pun orang bisa terkena osteoporosis.

Keropos tulang mengakibatkan sekat-sekat belakang penyangga badan tidak lagi saling bertumpu dengan kukuh. Kondisi ini mengakibatkan tulang belakang melengkung sehingga punggung membungkuk dan perut terdorong ke depan.

Untuk mengatasi osteoporosis pengobatannya bervariasi sesuai dengan penyebabnya. Pada dasarnya pengobatan dimaksudkan untuk meningkatkan pembentukan tulang dan mengurangi resorpsi tulang.

Terdapat banyak terapi herbal dapat dirujuk untuk menahan laju osteoporosis. Banyak ragam racikan jamu direkomendasikan para herbalis. Salah satu racikan sederhana yang dapat dirujuk berbahan 3 buah bawang putih, 5 lembar daun kumis kucing dan 1 sendok makan madu murni.
Bawang putih banyak ditanam orang-orang di lading-ladang daerah pegunungan yang cukup mendapat sinar matahari. Namun seiring kemajuan teknologi pertanian, bawang putih kini dapat dibudidayakan di berbagai tempat.

Di pasar-pasar tradisional kita banyak tersedia bawang putih. Baik dari hasil porduksi lokal maupun berasal dari impor. Bawang putih asli yang kualitasnya amat bagus lazim disebutd engan bawang kathing. Bawang ini sering digunakan sebagai bumbu bakmi jawa.
Bawang putih merupakan tumbuhan berumpung dengan umbi bersiung-siung. Tetapi umbi bawang kathing lebih sering tumbuh tunggal. Siungnya dibungkus dengan kulit yang tipis.

Daunnya berbentuk pita dan berakar serabut. Umbi pada dasarnya merupakan batang semu. Bunganya berwarna putih. Apabila diiris tipis-tipis, maka aromnanya sangat tajam dan amat menandai. Dalam umbi batangnya mengandung zat-zat belerang, protein, lemak, minyak terbang (dialildisulfida dan alilpropil-disulfida), kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C.

Seperti terungkap dalam Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang (Balai Pustaka, 1998) bawang putih memiliki banyak manfaat untuk mengatasi gangguan kesehatan maupun penyakit, seperti asma, batuk, haid terasa nyeri, hipertensi dan impotensi. Mereka yang ketat menjaga agar kadar kolesterolnya rendan dan aliran darah menjadi lancar, seringkali memakan sebiji bawang kathing setiap hari.

Untuk mengatasi osteoporosis, ambil bawang putih dan daun kumis kucing dicuci hingga bersih, lalu diiris kecil-kecil. Irisan tersebut dimasukkan dalam wadah yang berisi segelas air bersih, lalu direbus selama 15 menit. Dinginkan lalu disaring, ditambah sesendok madu murni, hasilnya diminum dua kali sehari sama banyak. Lakukan teratur. (dari berbagai sumber) (Jbo)

 

Read previous post:
CERITA MISTERI – Dihadang Wanita Jawa Cantik

DENGAN keahliannya sebagai tukang masak, Yu Teni (bukan nama sebenarnya) sering disambati tetangganya untuk rewang. Padahal tanpa diminta pun, Yu

Close