SENTRA KERAJINAN KERIS – Aksesori Sampai Koleksi

MERAPI-JB SANTOSO Gandar atau pembungkus keris buatan Sudarno.
MERAPI-JB SANTOSO
Gandar atau pembungkus keris buatan Sudarno.

GELIAT kehidupan masyarakat Imogiri tak terpisahkan dari kepariwisataan Yogyakarta. Di kawasan ini terdapat sentra pembuatan wayang kulit dan batik. Di kawasan ujung selatan Yogyakarta ini juga terdapat makam raja-raja besar Kraton Yogyakarta dan Surakarta yang ramai dikunjungi wisatawan. Bila berwisata ke tempat ini, jangan lupakan minum wedang uwuh yang rasanya khas itu.

Satu lagi yang mungkin belum banyak diketahui bahwa ternyata di Imogiri terdapat sentra pembuatan kerajinan keris. Adalah Dusun Banyusumurup, Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri menjadi pemasok terbesar keris-keris yang sekarang banyak dijual di berbagai wilayah di Indonesia. Seperti yang diungkapkan Sudarno (40) salah satu perajin keris di wilayah tersebut. Menurutnya, di Dusun Banyusumurup dan desa-desa sekitarnya terdapat ratusan kepala keluarga (KK) yang mengandalkan hidupnya dengan membuat keris dan seperangkat alat pendukungnya.

Di Tegalreja, dusunnya, misalnya, sebagian penduduk ada yang secara khusus membuat bagian-bagian dari keris seperti pendok, gandar, warangka, gagang dan wilah dengan luk maupun bilah lurus. “Kami sudah turun-temurun mengerjakannya. Saya juga mewarisi keahlian dari orang tua saya. Menurut leluhur kami sejarah keris di desa kami sudah sangat lama,” katanya kepada Merapi.

Keris di wilayah ini memang memiliki banyak ragam, semuanya berdasarkan pesanan. Ada keris yang sengaja dibuat sebagai aksesori atau pelengkap pakaian Jawa, tetapi ada pula keris pesanan sebagai koleksi dengan ciri khas memiliki pamor berlapis berbagai jenis logam mulia. Ada yang meminta dibalut dengan kuningan hingga emas. “Itu semua menentukan harga,” paparnya.

Ragam keris memang cukup banyak di wilayah ini, tingkat kesulitan hingga bahan yang digunakan sangat menentukan harga jual masing-masing keris. Dari yang berhaga ratusan ribu rupian hingga puluhan juta rupiah. (JB Santoso)

 

Read previous post:
CERITA MISTERI – Biar Curang Asal Menang

PADA kalangan penyuka adu ayam, dua pria paruh baya ini sudah tidak asing lagi. Tupon dan Mardiun (keduanya bukan nama

Close