VOLUME LAKALAUT GUNUNGKIDUL TINGGI – Obwis Pantai Selatan Kurang Personel SAR

Pencarian korban melibatkan Tim Basarnas
Ilustrasi Tim SAR

WONOSARI (MERAPI) – Tingginya kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata (obwis) pantai selatan belum diimbangi dengan jumlah personel Search dan Rescue (SAR) yang cukup, bahkan dalam jumlah ideal. Padahal kesiapan personel dalam mengantisipasi maraknya kecelakaan laut setiap liburan, dianggap penting untuk tindakan pengamanan pengunjung. “Saat ini terdapat 16 pantai menjadi daerah tujuan wisata, tapi jumlah anggota Tim SAR hanya ada 57 personel,” kata Sekretaris SAR Koordinator Wilayah (Korwil) II Gunungkidul, Surisdiyanto Jumat (20/4).

Diakui dalam beberapa tahun teraqkhir jumlah wisatawan, khususnya pada masa liburan panjang juga libur minggu, jumlah wisatawan terus meningkat. Tingginya kunjungan wisatawan itu diikuti banyak pengunjung di antaranya yang tidak mengindahkan larangan. Karakteristik gelombang laut di sejumlah obwis pantai dalam kategori berbahaya dengan tingkat kerawanan dan intensitas gelombang laut berkarakter ganas. Sehingga jika pengunjung tidak mengindahkan larangan untuk mandi, berenang dan bermain air sangat berpotensi menimbulkan terjadinya kecelakaan laut. Untuk SAR Korwil II jangkauan pengamanan selain luas juga panjang dari pantai Pok Tunggal hingga Pantai Gesing meliputi 4 kawasan wisata Kecamatan Tepus, Tanjungsari, Saptosari, Panggang dan Kecamatan Purwosari berbatasan dengan Kabupaten Bantul.

Untuk standar ideal pengamanan wisatawan di obwis pantai paling tidak membutuhkan tambahan sebanyak 28 anggota. Akibat tidak mencukupinya jumlah personel ini, membuat beberapa pantai daerah tujuan wisata baru yang ada di Koorwil II tidak dijaga dan dipantau Tim SAR. Tentunya hal ini akan berakibat fatal apabila ada kecelakaan yang terjadi pada wisatawan.

Untuk jumlah personel yang sekarang kurang mencukupi. Jadi beberapa pantai akhirnya tidak ada personelnya dan jika terjadi kecelakaan laut sering korbannya tidak tertolong.. Untuk sementara Tim SAR menerapkan sistem rotasi guna mengamankan sejumlah obwis pantai yang banyak dikunjungi wisatawan. Sehingga dengan adanya sistem ini, maka semua obyek diharapkan bisa diawasi. “Skala prioritasnya untuk obyek-obyek yang banyak dikunjungi wisatawan mendapat perhatian dengan menerjunkan personel SAR lebih banyak,” terangnya. .
Kendala lain yang dihadapi Tim SAR saat ini belum seluruh wilayah pantai memiliki pos pantau. Adapun beberapa pantai yang masih kekurangan pos pantau, yakni Pantai Watu Kodok, Pantai Ngrenehan, dan beberapa pantai lainnya di Kecamatan Tepus, Tanjungsari hingga Kecamatan Purwosari. Pihaknya berharap ke depan bisa mendapatkan fasilitas serta penambahan jumlah personel. Juga bantuan alat terdiri drone (kamera pemantau) jika ada korban tenggelam yang belum diketemukan, dan jika memungkinkan bantuan kapal. (Pur)

.

Read previous post:
Ini Pendapat Pengamat Pendidikan Terkait Soal UN ‘HOTS’ yang Dibuat Lebih Sulit

UMBULHARJO (MERAPI) - Soal-soal yang akan diujikan dalam Ujian Nasional (UN) SMP pada 23-26 April 2018 dibuat lebih sulit dibandingkan

Close