PIMPRO BANDARA NYIA DILAPORKAN LAKUKAN PERUSAKAN-Ganti Rugi Rumah yang Dibongkar Sudah Dibayar

MERAPI-SAMENTO SIHONO Warga terdampak Bandara NYIA menunjukkan bukti dua potong kayu saat melapor.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Warga terdampak Bandara NYIA menunjukkan bukti dua potong kayu saat melapor.

DEPOK (MERAPI)-  Warga Palihan, Temon, Kulonprogo yang rumahnya terdampak pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) melaporkan pimpinan proyek R Sujiastono ke Polda DIY, Jumat (20/4). Sujiastono dituduh melakukan tindak perusakan rumah warga saat proses pembebasan lahan proyek bandara. Sementara Sujiasyono memastikan rumah warga yang dibongkar sudah mendapatkan ganti rugi, sehingga sudah beralih milik negara.
Salah satu warga, Yuyun Krisna (36) mengatakan, ia mengaku menjadi korban perusakan pada tanggal 27 November 2017 lalu. “Yang dirusak itu pintu dan jendela serta meteran listrik dicopot dan merobohkan beberapa pohon di pekarangan saya,” kata Yuyun.
Atas kejadian itu, ia merasa sangat dirugikan. Dengan demikian, Yuyun bersama warga lain melaporkan Project Manager Pembangunan Bandar NYIA, R Sujihastono ke pihak berwajib.

“Saya berharap terlapor bisa dihukum sesuai dengan Undang-undang yang berlaku,” katanya. Tim Penasehat Hukum Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP), Teguh Purnomo mengatakan, laporan yang dibuat juga mengacu pada dokumen Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan DIY terkait hasil akhir pemeriksaan terkait kejadian tanggal 27 November 2017.
Menurutnya pada halaman 16 termuat pernyataan dari Sujihastono yang menyebutkan bahwa pencongkelan pintu dilakukan untuk memberikan syok terapi kepada warga dan pintu yang dicongkel adalah rumah yang tidak berpenghuni.
“Kami menduga pelaku (perusakan) dari Angkasa Pura baik mereka yang menjadi pimpinan atau yang jadi suruhan,” katanya.
Dengan demikian menurut Teguh, hal itu dapat dikategorikan sebagai dugaan aktor intelektual perusakan bersama-sama atas barang milik warga, di mana kenyataannya rumah tersebut masih dihuni oleh warga.
“Ini sudah sebagai bentuk pelanggaran hukum, makanya kita laporkan ke Polda DIY,” jelasnya.
Saat melapor, warga juga membawa barang bukti berupa dua potong kayu pintu yang dicongkel, serta video perusakan juga ada sebagai penguat laporan. “Kami berharap polisi dapat buka tabir sebenarnya sehingga yang bersalah dapat menerima hukuman sesuai undang-undang,” pungkasnya.

Ketika dihubungi secara terpisah, Project Manajer Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura (AP) 1 R Sujiastono menegaskan bahwa perobohan bangunan saat pengosongan lahan pada tanggal 27 November s.d. 5 Desember 2017 adalah yang sudah masuk dalam kawasan izin penetapan lokasi (IPL).
Selain itu, kata dia, bangunan atau rumah-rumah yang dibongkar adalah yang telah mendapatkan konsinyasi atau ganti kerugian dari pemerintah yang dititipkan ke Pengadilan Negeri (PN) Wates.
“Yang kami lakukan (pengosongan lahan) waktu itu yang sudah dititipkan di pengadilan yang secara otomatis sudah terjadi peralihan hak warga kepada negara,” katanya.
Kendati demikian, Sujiastono ingin melihat secara langsung terlebih dahulu tuduhan dugaan tidak pidana yang ditujukan kepadanya.
“Nanti saya tunggu panggilan saja seperti apa yang dituduhkan,” katanya. (Shn)

 

Read previous post:
VOLUME LAKALAUT GUNUNGKIDUL TINGGI – Obwis Pantai Selatan Kurang Personel SAR

WONOSARI (MERAPI) - Tingginya kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata (obwis) pantai selatan belum diimbangi dengan jumlah personel Search dan

Close