SIDANG PEMBUNUHAN GADIS DIFABEL RICUH-Pembunuh Dikeroyok Keluarga Korban

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa memegang kepala merasakan sakit setelah dipukuli keluarga korban
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Terdakwa memegang kepala merasakan sakit setelah dipukuli keluarga korban

BANTUL (MERAPI)-  Pelaku pembunuhan dan pemerkosaan gadis difabel, AFK alias Andreas (42) warga luar Yogya yang tinggal di Kemetiran Kidul, Yogyakarta terpaksa diamankan petugas keamanan setelah dikeroyok dan dipukuli keluarga korban usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (19/4). Meski berlangsung panas, namun sidang bisa selesai dengan tertib.
Persidangan yang dipimpin hakim ketua Laily Fitria Titin Anugerahwati SH dengan jaksa M Ali Fikri Pandela SH MH kemarin mengagendakan pembacaan dakwaan. Dalam persidangan terungkap, sebelum melakukan pembunuhan, awalnya pada Sabtu 18 November 2017 pukul 05.00 terdakwa dari Pasar Gamping, Sleman naik bus ke arah Wates. Tetapi dalam perjalanan, terdakwa diturunkan di Dusun Plawonan, Sedayu, Bantul.
Setelah itu terdakwa berjalan ke arah barat dan berhenti di warung soto Supini. Oleh Supini, pelaku diberi teh dengan dibungkus plastik dan nasi bungkus.

Setelah itu terdakwa jalan ke arah barat sekitar 50 meter sampai di depan rumah korban Utami Dwi Cahyo. Usai makan nasi bungkus, pelaku iseng berjalan ke arah rumah korban dan mendapati pintu rumah korban tak dikunci.
Kemudian terdakwa masuk ke rumah dan menuju kamar korban. Melihat kehadiran terdakwa, saksi korban yang saat itu sendirian di rumah kaget dan berusaha teriak minta tolong.
Karena panik, terdakwa lalu membekap mulut korban dengan tangan kiri. Selain itu terdakwa menyumpal mulut dengan baju daster.
Melihat korban terus melawan terdakwa menekan leher korban hingga tak berdaya. Setelah itu terdakwa mengambil kalung liontin emas. Terdakwa juga mengambil HP serta televisi LED 13 inchi.
Akibat perbuatannya terdakwa dijerat pasal berlapis pertama pasal 365 ayat 2 KUHP, pasal 339 KUHP dan pasal 285 KUHP karena telah melakukan kekerasan hingga korbannya tewas. Selama sidang berlangsung, keluarga korban ikut menyaksikan dengan perasaan geram. Sedangkan terdakwa yang memakai kemeja warna putih hanya duduk tertunduk di kursi pesakitan. Tak ada raut penyesalan di wajahnya. Hal inilah yang diduga membuat keluarga korban makin geram.

Puncaknya saat terdakwa keluar sidang, sejumlah orang berusaha mendekat dan memukul terdakwa. Kondisi menjadi tak terkendali. Beruntung petugas pengawal tahanan kejaksaan, Sumardiyono dan Tumijan berhasil mengamankan terdakwa sehingga tak menjadi bulan-bulanan massa. “Setelah sidang selesai, keluarga korban sempat menendang pelaku tetapi segera saya amankan,” ujar Sumardiyono usai sidang.
Tetapi pihak keluarga tak puas. Sejumlah orang kemudian diam-diam mengejar pelaku dari belakang. Sesampai di depan tahanan, terdakwa terkena bogem mentah maupun terkena pukulan sandal dari keluarga korban. Lagi-lagi petugas pengawal harus bekerja keras mengamankan terdakwa. Kondisi berangsur membaik setelah pelaku masuk ruang tahanan.  (C-5)

 

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO Rapat koordinasi suporter PSIM Yogya dan PSS Sleman di Gedung serbaguna Polda DIY
KUMPULKAN SUPORETR PSIM DAN PSS-Kapolda DIY Berharap Derby Mataram Damai

DEPOK (MERAPI)- Guna meredam potensi kericuhan saat pertandingan Liga 2 Indonesia bergulir, Polda DIY mengumpulkan perwakilan suporter dua klub yakni

Close