198 Guru Terima Sertifikat Pendidikan

SLEMAN (MERAPI) – Sebanyak 198 guru yang terdiri dari 97 guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 101 guru PNS menerima sertifikat pendidik. Penyerahan dilakukan Wakil Bupati Sleman Sri Musilimatun didampingi Kepala Dinas Pendidikan Sleman Sri Wantini di Gedung Serbaguna Sleman, Kamis (19/4).

Dalam laporannya Sri Wantini menyampaikan, untuk tahun 2017 peserta yang mengikuti ujian sertifikasi untuk guru TK sebanyak 117  orang. Tetapi yang lulus 61 orang dan tidak lulus 56. Untuk guru SD total peserta 185 orang, lulus 112 dan tidak lulus 73, sedangkan guru SMP total 39 orang lulus 25 dan tidak lulus 14 orang.

Menurutnya, untuk tahapan proses sertitikasi yang dilaksanakan Kementrian Pendidikan meliputi prakondisi selama 3 bulan dan pelaporan dilakukan secara online bagi guru yang sudah ditetapkan dalam aplikasi peserta sertifikasi guru.

Kemudian pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi meliputi presentasi laporan prakondisi, pendalaman materi, lokakarya dan praktek mengajar.

“Pada ujian akhir jika belum lulus diberikan kesempatan mengulang sebanyak 2 kali dan ujian tulis nasional dilakukan secara online. Apabila belum memenuhi skor 80 diberikan kesempatan mengulang sebanyak 4 kali dalam waktu 2 tahun,” imbuhnya.

Sri Muslimatun dalam sambutannya menyampaikan, dengan  diterimanya sertifikat berarti guru juga memperoleh hak untuk mendapatkan  peningkatan kesejahteraan. Sesuai tugas pemerintah yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, maka menjadi tanggungjawab bersama untuk memberikan perhatian bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sleman.

“Perlu diingat, dengan diberikan tunjangan sertifikasi pendidik, mereka juga harus meningkatkan kinerja, kapasitas, dan profesionalitas guru. Ini menjadi kewajiban yang harus di penuhi. Guru pemegang sertifikat harus profesional dan memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan,” pesannya.

Wabup juga berharap para guru penerima sertifikat ini mampu menjadi motor penggerak di sekolahnya untuk membentuk lingkungan pendidikan yang sehat dan kompetitif bukan saja bagi para guru tetapi siswa didiknya.

Profesi guru, lanjutnya, adalah pekerjaan yang luhur karena ilmu yang disampaikan menjadi pondasi bagi terbentuknya manusia-manusia berkarakter dan berkualitas. Oleh karena itu, guru harus memiliki etos pengabdian yang tinggi dan selalu berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kualitas dirinya. Saudara harus mampu menjadi teladan bagi rekan-rekan guru, anak  didik serta masyarakat di lingkungan tempat tinggal. (Awn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
HOBI BIKIN SEPEDA RAKITAN – Berburu Onderdil Tak Hanya ‘Offline’

PENGGEMAR gowes tak jarang mempunyai beberapa unit sepeda di rumahnya. Sebagian di antaranya bahkan mempunyai hobi membuat sepeda rakitan sendiri.

Close