OPERASI BESAR-BESARAN 2 MINGGU-Jelang Ramadan, Polda Tangkap 60 Pencuri

MERAPI-SAMENTO SIHONO Para pelaku pencurian yang ditangkap selama 2 minggu ditahan di Mapolda DIY.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Para pelaku pencurian yang ditangkap selama 2 minggu ditahan di Mapolda DIY.

DEPOK (MERAPI)-  Sebanya 60 tersangka pencurian dengan pemberatan (Curat) berhasil ditangkap petugas Ditreskrimum Polda DIY dan seluruh Polres di DIY dalam operasi besar-besaran yang digelar selama 2 minggu, yakni dari tanggal 3 hingga 16 April 2018. Operasi digelar untuk menyambut Bulan Ramadan, karena jelang Ramadan, biasanya kejahatan meningkat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo kepada wartawan, Rabu (18/4) mengatakan, operasi ini khusus digelar untuk menekan angka kriminalitas jelang Ramadan. Sedikitnya 60 pelaku curat ditangkap dari seluruh wilayah DIY.
“Operasi ini untuk mengungkap dan menekan angka kriminalitas serendah mungkin, dalam rangka menjelang bulan Ramadan,” beber Hadi Utomo. Dijelaskan, dalam operasi ini sedikitnya ada 240 personel dari Polda, Polres, dan Polresta di seluruh DIY yang dilibatkan. Hasilnya, selama 2 minggu berjalan, ada 41 kasus yang terungkap. Padahal sebelumnya Polda DIY hanya menargetkan 20 kasus terungkap.

“Target bisa tercapai, sedangkan untuk yang non target ada 21 kasus, dengan jumlah total tersangka sebanyak 60 orang,” jelasnya.
Menurut Hadi Utomo, para pelaku pencurian ini tidak pandang bulu dalam menentukan target operasi. Sasaran paling banyak adalah rumah kosong yang ditinggal pemiliknya. Ciri-cirinya, lampu dalam keadaan menyala pada siang hari. Setelah siang melakukan survey, para pelaku kemudian beraksi di malam hari.
Menurut Hadi, satu pelaku yang diamankan bahkan membobol rumah milik perwira tinggi Polri yang berada di Condongcatur, Depok, Sleman. Saat itu rumah dalam keadaan kosong. Pelaku mengasak sebuah laptop yang ada di dalam rumah.
“Mudus pencurian para pelaku bermacam-macam. Ada yang menyatroni rumah kosong, mencuri dengan mengamati korbannya terlebih dahulu hingga ada juga yang kami tangkap saat sedang menjalankan aksinya,” jelasnya.
Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto menambahkan, kasus pencurian di wilayah DIY cukup tinggi. Dari hasil dari evaluasi operasi curat selama sepekan ini, pihaknya menilai kriminalitas di DIY mengalami peningkatan.

“Namun berdasarkan indeks kriminal di wilayah hukum Polda DIY, kasus pencurian masih di bawah kasus narkoba yang menduduki peringkat pertama,” pungkasnya.
Dia menambahkan, dalam operasi curat tersebut, berbagai barang bukti alat untuk melakukan kejahatan dan hasil kejahatan diamankan. Di antaranya mobil, motor, perhiasan dan barang berharga lainnya.
“Dalam operasi curat itu, Polres Sleman menempati urutan pertama dalam jumlah pengungkapan, yakni sebanyak 13 kasus. Kemudian Polres Kulonprogo 7 kasus, Ditreskrimum Polda DIY 6 kasus, Polres Bantul 6 kasus, Polresta Yogya 5 kasus dan Polres Gunungkidul 4 kasus.  (Shn)

 

Read previous post:
LPI SLEMAN – SMP 3 Sleman Pesta Gol

  SLEMAN (MERAPI) - SMP 3 Sleman masih terlalu tangguh bagi SMP 1 Ngemplak ketika bertemu dalam Liga Pelajar Indonesia

Close