NEGO DENGAN MADURA UNITED ALOT – PSS Harus Bayar Klausul Kontrak Gonzales

 


SLEMAN (MERAPI) – Negosiasi manajemen PSS Sleman dengan manajemen Madura United untuk mendatangkan Christian Gonzales masih berjalan alot. Masih terikat kontrak dengan Madura United membuat Gonzales tidak bisa begitu saja berpindah klub. Manajer Madura United, Haruna Sumitro membeberkan manajemen PSS harus membayar klausul kontrak ke klub lantaran pemain berjudul “El Loco” saat ini masih berstatus pemain Laskar Sapeh Kerab.

“Kami enggak mempermasalahkan kalau Gonzales pindah ke PSS asalkan ada hitung-hitungan yang jelas soal value yang harus ditentukan karena dia terikat kontrak dengan Madura United. Kami akan putuskan dengan cepat. Komunikasi dengan manajemen PSS sudah ada tapi setelah kejadian kemarin komunikasi belum berlanjut,” beber Manajer Madura United, Haruna Sumitro.

Haruna menambahkan dirinya sudah siap merelakan Gonzales ke PSS. Andai PSS membayar biaya transfer ke Madura namun Gonzales tidak menemuinya secara pribadi menurut Haruna hal itu akan mengubah situasi. “Sekarang saya masih menunggu Gonzales datang ke saya setelah soal kemarin itu (pergi tanpa izin ke Sleman) dan menyelesaikan persoalan baik-baik. Dia datang ke Madura baik-baik dan kalau mau pergi juga harus baik-baik,” terangnya.

Ditantang demikian, manajemen PSS tak balik kanan. Kalau mau lolos ke Liga 1, manajemen harus menyanggupi semua syarat yang dibutuhkan, termasuk persoalan transfer Gonzales ke PSS. Manajer PSS, Sismantoro, menegaskan siap membayar transfer dan gaji pemain yang dipersiapkan memakai jersey nomor 10 itu. Rumor pun muncul terlaik gaji Gonzales yang mencapai Rp 800 juta. Namun Sismantoro membantahnya.
“Itu rumor. Kami belum pernah menyinggung masalah nominal. Jadi saya kaget dengan angka itu. Kami saja belum ke situ (besaran gaji). Kalau misalnya Madura United berkenan dengan keinginan kami ke Gonzales ya bakal kami lanjutkan (proses kepindahan),” jelas Sismantoro.

Sementara itu keputusan PT LIB yang tetap menggabungkan PSS dan PSIM dalam satu grup sudah tak bisa diganggu gugat. Meski banyak masukan terhadap keputusan itu, pihak PT LIB bergeming. Direktur Utama LIB, Berlinton Siahaan ketika dikonfirmasi Merapi Selasa (17/4) petang kemarin membeberkan bahwa meski dua tim asal DIY itu melayangkan surat protes, apa yang sudah diputuskan tidak bisa lagi diubah.

“Keputusan tidak bisa diubah kami harap semuanya bisa menerima pembagian berdasar wilayah geografis ini,” katanya.

Situasi ini pun membuat Polda DIY harus bekerja keras dalam melakukan pengamanan. Mereka rencananya akan memanggil perwakilan suporter kedua tim sebelum pertandingan berlangsung dalam waktu dekat. Di luar upaya itu, pihak Polda DIY sendiri mengaku siap mengamankan pertandingan itu nantinya. Kabidhumas Polda DIY, AKBP Yulianto menegaskan kesiapan pertandingan yang jadwalnya hingga kini belum dikirimkan ke masing-masing tim setelah adanya pemunduran jadwal itu. Sismantoro pun merasa lega dengan kesiapan pihak kepolisian ini.

“Kaitannya di luar pertandingan itu memang benar ranahnya kepolisian. Tapi kami ingin di luar itu tidak terjadi hal-hal yang memperkeruh suasana dari para suporter. Tokoh masyarakat harus ikut juga membantu, menyuarakan perdamaian. Saya memandangnya kalau bisa baik ini awal positif untuk bisa saling rukun,” jelas Sismantoro. (Des)

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO Petugas saat melakukan olah TKP di lokasi pencurian di SMPN 2 Cangkringan.
2 PELAKU BERAKSI SAAT PENJAGA TIDUR-Pencuri Bersenjata Pedang Bobol Sekolah

CANGKRINGAN (MERAPI)-  Dua orang pencuri bersenjata pedang membobol empat ruang kelas di SMPN 2 Cangkringan, Sleman, Selasa (17/4) dini hari.

Close