Hari Ini KPU Sleman Mulai Coklit

MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H Logistik untuk coklit siap didistribusikan melalui PPK.
MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H
Logistik untuk coklit siap didistribusikan melalui PPK.

SLEMAN (MERAPI) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman mulai memasuki tahapan pencocokan dan penelitian (coklit), Selasa (17/4) hari ini. Dalam proses tersebut Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) akan mendatangi setiap rumah. Satu petugas Pantarlih maksimal 300 rumah.

Saat mendatangi rumah ke rumah, petugas Pantarlih harus mengenakan tanda pengenal, topi serta ban lengan. Nantinya setiap warga diminta untuk menunjukkan identitas berupa KTP Elektronik atau KK dan mengisi formulir. Jika sudah selesai, petugas akan menempelkan stiker di rumah sebagai tanda coklit sudah dilakukan.

Untuk logistiknya sendiri sudah didistribusikan yang diambil oleh PPK. Untuk selanjutnya diserahkan ke PPS dan ke Pantarlih. Melalui coklit, akan diketahui dengan pasti jumlah pemilih untuk Pemilu 2019 nanti.

Anggota Divisi Perencanaan dan Data KPU Sleman Aswino Wardana mengatakan, coklit ini bertujuan untuk mengetahui pemilih pada Pemilu. Memastikan sudah berusia 17 tahun atau sudah/pernah kawin, apakah dalam rumah tersebut ada warga yang sudah meninggal dunia atau pindah domisili.

“Harapannya dara pemilih yang didapat benar-benar valid. Untuk itu Pantarlih harus dipastikan mendatangi rumah warga,” ujarnya, Senin (16/4).

Sebelumnya KPU Sleman sudah memberikan Bintek terkait Coklit kepada petugas. Dimulai dari PPK lu diteruskan ke PPS hingga ke Pantarlih. Sesuai dengan tahapan Pemilu, Coklit akan dilakukan selama sebulan penuh.

“Akan ada evaluasi setiap pekan. Untuk melaporkan sudah ada berapa rumah yang didatangi hingga kendala di lapangan seperti apa,” ujarnya.

Ketua Panwaslu Sleman Ibnu Darpito berharap KPU memastikan Pantarlih untuk mendatangi warga secara langsung atau <I>door to door<P>. Itu dilakukan untuk memastikan bahwa pemilih memberikan informasi yg benar terhadap identitas dirinya. Anatar nama, alamat, jenis kelamin hingga NIK harus sesuai dengan kartu identitas. Pastikan juga bahwa pemilih yang telah terdaftar tidak ganda, pemilih yang sudah meninggal dunia agar dicoret dari daftar pemilih. Termasuk tidak ada anggota TNI/Polri yang terdaftar sebagai pemilih. Warga yang belum terdaftar namun sudah memenuhi persyaratan juga harus dipastikan untuk didaftarkan.

“Pelanggaran terhadap hal hal tersebut diatas memiliki konsekuensi hukum baik pidana pemilu atau pelanggaran administrasi pemilu. Untuk memastikan tahapan tersebut berjalan berdasarkan aturan yang ada, kami beserta jajaran ke bawah akan melakukan pengawasan melekat dan melakukan sempling sebesar 10 persen proses pelaksanaan coklit yg dilakukan Pantarlih,” jelasnya. (Awh)

Read previous post:
Kodim 0726 Sukoharjo Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Alam

SUKOHARJO (MERAPI) - Kodim 0726 Sukoharjo gelar simulasi pelatihan posko penanggulangan bencana alam. Kegiatan digelar di Makodim 0726 Sukoharjo dengan

Close