Gandeng Pemda, Sosialisasi Retribusi Nontunai

Sosialisasi pembayaran nontunai tol Soker melalui kartu elektronik. (MERAPI-Abdul Alim)
Sosialisasi pembayaran nontunai tol Soker melalui kartu elektronik. (MERAPI-Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – PT Solo-Ngawi-Jaya (SNJ) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia menyiapkan pembayaran non tunai retribusi masuk pintu tol Solo-Kertosono (Soker). Enam perusahaan perbankan dipercaya menangani transaksi nontunai tersebut melalui kartu elektronik serta menggandeng pemerintah daerah untuk menyosialisasi.

“Masyarakat perlu diedukasi tentang pembayaran tol nontunai. Masuk tol Soker 100 persen noncash. Kita tahu Lebaran makin dekat, sehingga ini terus mengedukasi masyarakat,” ujar Direktur PT SNJ David Wijayanto kepada wartawan di sela Sosialisasi Implementasi Pembayaran Non Tunai di Jalan Tol Soker dengan Uang Elektronik di Plasa Alun-Alun Karanganyar, Minggu (15/4).

Infrastruktur fisik telah disiapkan di pintu masuk dan pintu keluar tol sepanjang 177 kilometer itu. Bagi pengguna jalan, cukup menyentuhkan kartu ke mesin pemindai di pintu masuk lalu melakukan hal sama di pintu keluar. Dari cara itu, sistem akan memotong secara otomatis saldo uang elektronik sesuai tarif tol.

“Yang perlu diingat bahwa penggunaan kartu masuk dan keluar harus sama. Misalnya masuk pakai produk dari bank A, keluar juga pakai itu. Kalau beda kartu, tidak akan terbaca mesin,” lanjut David.

Enam perusahaan perbankan itu yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Bank Jateng dan BTN. Pemerintah daerah juga dilibatkan dalam sosialisasi ini, terutama di wilayah administratif jalan tol seperti Solo, Karanganyar, Boyolali, Sragen, dan Ngawi. Pada awal operasional jalan tol, nantinya akan ditempatkan petugas di pintu masuk dan keluar untuk melayani masyarakat yang belum memiliki uang elektronik, maupun masih awam dengan sistem pembayarannya. Selain itu, di rest area juga akan disiapkan layanan untuk top up atau pengisian saldo.

Kepala Kantor Perwakilan BI Solo Bandoe Widiarto mengatakan, BI saat ini tengah mendorong Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dalam sistem pembayaran di Indonesia. Menurutnya, transaksi nontunai akan mengurangi biaya produksi uang kartal. Bandoe juga berharap, keberadaan jalan tol nantinya membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Karanganyar.

“Ada ruang-ruang yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Seperti di rest area, nantinya bisa digunakan untuk pameran produk unggulan daerah. Akses jalan yang cepat, juga bisa menjadi nilai tambah untuk menarik investor masuk,” imbuhnya.

Sekretaris Daerah Pemkab Karanganyar, Samsi mengatakan pentingnya masyarakat, Organda dan pejabat diedukasi penggunaan kartu elektronik pembayaran retribusi masuk tol. Kalangan tersebut dipastikan bakal menggunakan fasilitas tol. Di Karanganyar terdapat tiga pintu tol, yakni di Ngasem dan Klodran, Colomadu dan Kemiri, Kebakkramat.

“Lebaran nanti pasti sudah dipakai. Kami mengapresiasi adanya sosialisasi, supaya pengguna jalan tol tidak kaget. Soalnya pembayaran nontunai relatif baru,” katanya. (Lim)

Read previous post:
SURABAYA BHAYANGKARA SAMATOR JUARA PUTRA – Jakarta Pertamina Energi Juara Proliga 2018

YOGYA (MERAPI) - Tim bola voli putri Jakarta Pertamina Energi mengakhiri paceklik gelar selama tiga musim terakhir dengan keluar sebagai

Close