Polda DIY Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Rp 21 M

MERAPI-SAMENTO SIHONO Kombes Pol Gatot Budi Utomo saat memberikan keterangan pers.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Kombes Pol Gatot Budi Utomo saat memberikan keterangan pers.

DEPOK (MERAPI)-  Penyidik Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY menyelidiki dugaan korupsi di salah satu lembaga di Yogya yang berada di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kerugian negara akibat korupsi tersebut mencapai Rp 21 miliar. Polisi pun segera menetapkan tersangka dalam waktu dekat.
“Oknum lembaga itu diduga telah melakukan korupsi dana uang persediaan dan tambahan persediaan untuk belanja operasional dan non operasional,” ujar Dirreskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Gatot Budi Utomo kepada wartawan, Kamis (12/4).
Ia mengatakan, saat ini penyidik masih menyelidiki dugaan korupsi tersebut untuk mendalami modusnya. Kendati statusnya sudah naik ke penyidikan, penyidik belum menentukan tersangkanya.
“Masih dalam proses penyidikan, tapi kita akan segera menetapkan tersangkanya,” katanya.

Menurut dia, sumber dana pengadaan uang persedian dan tambahan persediaan untuk belanja operasional dan non operasional yang dikorupsi itu berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2015 dan 2016.
“Modus operandi ini sebagian fiktif, ini dibuat pertanggungjawabanya tapi tidak sesuai dengan pelaksanaanya,” katanya.
Kendati demikian Gatot belum dapat menjelaskan detail soal kasus dugaan korupsi tersebut. Sebab, penyelidikan kasus ini masih bergulir. Saat ini polisi masih memeriksa sejumlah saksi, jika sudah cukup bukti, polisi akan menetapkan tersangkanya.
“Hari ini (kemarin) kita akan gelar kasus dan akan segera tetapkan tersangkanya,” pungkasnya. (Shn)

 

Read previous post:
Pemkab Sleman Tambah Kuota Tabung LPG 3 KG

SLEMAN (MERAPI) - Pada tahun 2018 kuota LPG ukuran 3 kg diperkirakan naik menjadi 14.775.852 tabung. Penambahan tersebut meningkat 20

Close