Jual Elang Langka di Pasar, Warga Bantul Dibekuk Polisi

MERAPI-SAMENTO SIHONO Tujuh ekor burung langka diamankan di Mapolda DIY setelah gagal dijualbelikan di pasar.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Tujuh ekor burung langka diamankan di Mapolda DIY setelah gagal dijualbelikan di pasar.

DEPOK (MERAPI)- Anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY berhasil mengamankan 7 ekor burung elang langka berbagai jenis yang dilindungi Undang-undang. Petugas mengamankan pelaku SR (21) warga Trimurti, Srandakan, Bantul saat menjual satwa langka itu di pasar.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda DIY, Kombes Pol Gatot Budi Utomo mengatakan, tujuh ekor burung yang diamankan yakni terdiri dua ekor burung kakak tua jambul jingga dan dua jambul kuning, serta dua ekor elang bondol dan satu ekor elang bido.
“Pelaku ditangkap saat menawarkan burung ke pasar, setiap ekor ditawarkan seharga Rp 3,5 juta. Dari informasi itu kita lakukan penangkapan. Saat digeledah di rumahnya, ditemukan tujuh ekor burung elang langka,” ujar Gatot kepada wartawan, Kamis (12/4).

Dikatakan, pelaku membantah dirinya adalah pedagang satwa langka. Ia mengaku hanya sebagai kolektor satwa dan mendapatkan satwa langka itu dari masyarakat dan penghobi burung, serta membeli di pasar.
“Saat ini masih dikembangkan sumber tempat tersangka memperoleh satwa langka tersebut, informasinya berasal dari masyarakat dan penghobi burung. Dia juga membeli di pasar,” katanya.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Junita Parjanti menambahkan, dua dari empat jenis satwa yang diamankan Polda DIY merupakan jenis langka. Dua jenis itu adalah Elang Bondol dan Elang Bido yang populasinya sudah semakin berkurang.

“Kalau Kakak Tua cukup banyak, terutama di Maluku cukup banyak karena upaya penyelamatannya cukup baik. Tapi kalau yang jenis elang ini sudah langka dan terancam punah,” katanya.
Menurutnya, selama ini elang populasinya memang ada di sejumlah tempat termasuk salah satunya adalah di Taman Nasional Gunung Merapi. Namun, kata dia, yang membuat Elang langka adalah karena sulit dikembangbiakkan. “Satwa yang diamankan oleh Polda DIY kini seluruhnya telah diserahkan kepada BKSDA DIY. Semua satwa dalam kondisi sehat, tapi untuk Elang Bodi agak stres dan belum mau makan tadi pagi,” ujar Junita.

Atas temuan itu, Junita sangat menyangkan masih adanya perdagangan hewan dilindungi yang dilakukan oleh masyarakat. Selanjutnya seluruh satwa akan di tempatkan di penangkaran Taman Hutan Rakyat Bunder, Gunungkidul, sebelum dilepasliarkan.
Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta. (Shn)

 

Read previous post:
PS TIRA KONTRA PERSEBAYA – Mengincar Penebus Kekalahan

BANTUL (MERAPI) - Duel ketat bakal tersaji pada pekan keempat kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2018 ketika PS Tira Bantul

Close