MUAL DAN PUSING USAI MENYANTAP RENDANG-Puluhan Warga Keracunan Makanan Hajatan

MERAPI-AMIN KUNTARI Polisi menunjukkan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan
MERAPI-AMIN KUNTARI
Polisi menunjukkan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan

PENGASIH (MERAPI) –  Puluhan warga mengalami keracunan setelah menyantap menu dalam pesta pernikahan yang digelar Kemiran (58), warga Dusun Kalinongko, Kedungsari, Pengasih, Kulonprogo, Selasa (10/4). Hingga Rabu (11/4), dua warga masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Belum diketahui pasti, menu apa yang menjadi penyebab keracunan massal ini, namun petugas dari Polres Kulonprogo dan Puskesmas Pengasih telah mengambil sampel makanan untuk diperiksa kandungannya.
Atas peristiwa keracunan massal tersebut, Kemiran meminta maaf kepada warga. Ditemui di rumahnya, pria paruh baya ini mengaku kaget saat pertamakali mengetahui adanya peristiwa keracunan yang dialami banyak tamu. Ia juga tidak menutup-nutupi, bahwa ada anggota keluarganya yang mengalami hal serupa.
“Saya sendiri ikut makan, tapi tidak keracunan. Malah yang merasa mual itu kakak saya,” katanya.
Dalam hajatan tersebut, Kemiran menghidangkan sejumlah menu yakni rendang daging sapi, sambal telur puyuh dan acar. Sudah menjadi tradisi masyarakat pedesaan, pelaksanaan hajatan selalu dibantu puluhan tetangga, termasuk bagian memasak.

“Jadi saya tidak tahu bagaimana peristiwa itu bisa terjadi. Saya hanya tahu bahwa semua bahan pangan yang digunakan, dibeli di Pasar Wates. Itupun juga dibantu orang lain,” imbuhnya.
Peristiwa naas ini terjadi pada Selasa (10/4). Usai menyantap menu hajatan, sedikitnya 40 warga mengeluhkan mual, pusing dan muntah-muntah. Sebanyak 15 di antaranya harus dilarikan ke RSUD Wates dan RS Kharisma untuk mendapat penanganan medis.
Diduga, menu rendang daging sapi menjadi penyebab keracunan massal tersebut. Pasalnya, sejumlah warga sempat merasa ganjil saat mengkonsumsi rendang daging karena lebih kenyal.
Salah satu warga yang mengalami keracunan, Tutik (40), mengeluhkan pusing dan mual sejak Selasa sore. Di tempat hajatan tersebut, ia hanya makan rendang daging.
“Setelah diberi obat oleh dokter, jadi mendingan,” katanya.

Dokter IGD RSUD Wates yang mengalami pasien keracunan ini, dr Stonia Ellen menyampaikan, mayoritas pasien yang datang mengeluhkan mual, pusing, lemas dan perih pada bagian perut. Pihaknya langsung melakukan penanganan sesuai keluhan. Dua orang yang mengalami dehidrasi telah ditangani dengan pemberian cairan infus, sedangkan pasien lainnya diperbolehkan pulang dan diberi obat dalam.
“Kami tidak bisa mengambil sampel karena sudah lebih dari enam jam sehingga makanan yang dikonsumsi sudah terserap di lambung,” jelasnya.
Menindaklanjuti peristiwa ini, petugas Polres Kulonprogo bersama Polsek Pengasih telah meminta keterangan di kediaman Kemiran sekaligus mengambil sampel makanan yang tersisa untuk diperiksa kandungan di dalamnya. Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Dicky Hermansyah mengatakan, sampel makanan yang diambil akan dikirim ke Labforensik Polri Cabang Semarang. Namun begitu, pihaknya tak bisa memastikan kapan hasil pemeriksaan sampel makanan ini bisa diketahui.

Tindakan serupa juga dilakukan Puskesmas II Pengasih. Kepala Puskesmas, Chusnun Hendarto mengatakan, sejumlah petugas memeriksa tetangga Kemiran yang masih mengeluhkan mual dan pusing.
“Sampel sudah kami ambil dan akan diperiksa di Laboratorium Dinas Kesehatan DIY,” katanya.
Chusnun menegaskan, pihaknya akan menelusuri lebih dalam bagaimana penyimpanan daging sapi hingga proses pengolahannya. Pemeriksaan difokuskan pada menu olahan daging karena informasi yang dihimpun mengerucut kesimpulan bahwa masakan itulah yang menjadi penyebabnya.  (Unt)

 

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO Garis polisi terpasang di kolam renang tempat korban tenggelam.
Renang di Hotel, Pelajar SMP Tewas Tenggelam

DEPOK (MERAPI)- Seorang pelajar SMP asal Cibinong, Kabupaten Bogor yang tengah berwisata di Yogyakarta, Muhammad Raiyhan Asyidiq (14) tewas tenggelam

Close