MANTAN KOKI KTT NONBLOK – Pak Lanjar Andalkan Nasi Goreng Dan Bakmi Jowo

MERAPI-AWAN TURSENO Sulandjarno saat memasak nasi goreng bagi tamu warung makannya
MERAPI-AWAN TURSENO
Sulandjarno saat memasak nasi goreng bagi tamu warung makannya

NGAGLIK (MERAPI) – Makan nasi goreng mudah didapat di warung-warung makan baik kaki lima hingga restoran besar. Tetapi rasa yang berbeda akan didapat tatkala dimasak oleh mantan koki hotel berbintang lima. Terbukti, dengan bekal yang dimiliki puluhan tahun, nasi goreng buatan Sulandjarno mampu memikat pejabat tinggi hingga artis. Tak sedikit dari mereka pesan khusus nasi goreng buatan Sulandjarno langsung.

“Saya nggak tahu, mereka lebih suka nasi goreng atau bakmi jawa buatan saya sendiri. Katanya cita rasanya berbeda. Meskipun ada pilihan menu lain yang saya tawarkan, “kata Sulandjarno di Warung Pak Lanjar Dusun Banteran, Desa Donoharjo, Ngaglik belum lama ini.

Berbekal memasak di hotel kini dia membuat usaha warung makan yang diberi nuansa pedesaan. Warung Pak Lanjar diambil dari nama panggilannya yaitu Pak Lanjar. Mantan menjadi chef di Hotel Hilton dan Hotel Shantika ini kini Warung Pak Lanjar menjadi salah satu kuliner yang meramaikan Yogyakarta dengan menu khasnya nasi goreng dan bakmi jowo.

Bagi penggemar nasi goreng dan bakmi, warung makan ini bisa menjadi rekomendasi. Kuliner tersebut bisa dinikmati dengan berbagai variasi seperti ala Timur Tengah atau Jepang. Campuran menu ala resep manca negara tersebut adalah hasil kreasi Lanjar yang sudah malang melintang bergelut di dunia kuliner.

Menggunakan konsep nuansa tradisional tentu akan memberi kesan tersendiri, dan hal inilah yang ditangkap banyak pengusaha bisnis kuliner di wilayah Yogyakarta. Sembari menghabiskan santap siang atau malam, pengunjung bisa menikmati pemandangan hamparan sawah, dan taman yang berdesain cukup unik. Baru dua tahun buka, restoran ini sudah memiliki banyak pelanggan.

Per hari, rata-rata 200 tamu berkunjung untuk mencicipi aneka makanan tradisional Indonesia di sana. Menu yang disajikan di antaranya nasi ayam rica-rica, ayam bakar dan goreng, sayur lodeh, ikan bakar dan goreng, serta beragam kuliner lain. Bagi yang ingin sekedar kongkow, ada pula menu ringan seperti singkong rebus, pisang goreng, klepon, dan lopis.Tidak ketinggalan, minuman kopi arabika yang diracik khusus oleh ahli dari Jakarta.

“Kopi menjadi salah satu menu andalan kami selain nasi goreng, dan bakmi goring. Keunggulannya, kopi dibuat dari biji kopi yang digiling secara tradisional, bukan bubuk instan,” tutur Lanjar.

Dijelaskan, momen paling berkesan dan membanggakan tatkala Lanjar menjadi chef saat Presiden Palestina Yasir Arafat, Presiden Kuba Fidel Castro dan beberapa pimpinan negara lainnya berkunjung ke Indonesia pada agenda KTT Nonblok. Saat itu sekitar 50 pejabat tinggi dari luar negeri hadir dan menginap di Hotel Hilton, Lanjar terpilih menjadi salah satu koki kenegaraan.

Kini pria yang menginjak usia 60 itu tertarik membuka warung makan sendiri. Selain menisci waktu usai pensiun sekaligus membuka lapangan kerja. Pasalnya, disekitar lokasi tersebut masih banyak warga yang menganggur,” kata pria asli Donoharjo, Ngaglik itu. Dari bisnis kuliner tersebut, Lanjar mampu menyerap 29 tenaga kerja yang mayoritas lulusan SMA. Bahkan sebagian besar karyawannya adalah janda, anak yatim piatu, dan penyandang difabelitas. (Awn)

Read previous post:
Lagi, Kebakaran Misterius Muncul di Ponpes Darul Quran Wal Irsyad

  WONOSARI (MERAPI) - Bencana kebakaran misterius kembali melanda kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Quran Wal Irsyad di Dusun Ledoksari, Kepek,

Close