UNBK SMA DI SLEMAN – Sakit, Sherina Ujian di Rumah

MERAPI-SAMENTO SIHONO Dengan kondisi terbaring Sherina mengerjakan soal ujian nasional.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Dengan kondisi terbaring Sherina mengerjakan soal ujian nasional.

DEPOK (MERAPI) – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA hari pertama, Senin (9/4), di Kabupaten Sleman berjalan lancar. Kendati demikian, ada seorang siswa yang terpaksa mengikuti ujian di rumah lantaran dalam kondisi sakit.

Sherina Alyssa Nugraheni (18) siswi jurusan IPS SMAN 1 Pakem, terpaksa mengerjakan soal ujian di rumah, karena tak bisa bangun dari tempat tidur sejak tiga bulan terakhir. Sejak awal Januari lalu, Sherina mengeluhkan sakit punggung. Selain pegal, punggungnya juga terasa nyeri hingga membuatnya sulit beristirahat dengan nyaman.

Ayah Sherina, Adi Yananta (48) mengira anaknya menderita sakit syaraf. Beberapa kali Sherina dibawa untuk periksa di dokter syaraf. Namun ternyata sakit yang dikeluhkan putrinya itu bukan hanya dipicu dari bagian syaraf, tapi terkena bakteri yang menginfeksi tulang punggungnya. Menurutnya tulang nomor sembilan dan 10 rusak, menjepit syarafnya.
“Bagian pinggang ke bawah enggak bisa jalan,” kata Adi Yananta, saat ditemui di rumahnya di Dusun Manukan, Desa Condongcatur, Depok, Senin (9/4).

Ia menduga lantaran aktivitas putrinya yang sangat padat membuatnya mudah terserang bakteri, karena Sherina memang terkenal sebagai anak yang sibuk. Bahkan ia juga aktif di berbagai kegiatan sekolah termasuk pelatih tonti.
Selain itu, putri semata wayang Adi Yananta tersbut juga tercatat sebagai murid berprestasi. Yang mana Sherina pernah meraih juara 1 kejuaraan debat nasional di UGM tahun lalu, dan juga meraih best best speaker, namun tiba-tiba kondisinya memburuk.

Melihat kondisinya anaknya tak berdaya, Adi berharap anaknya mampu mengerjakan soal ujian dengan baik, dan mampu mewujudkan cita-citanya. Dimana Sherina ingin kuliah di UGM atau UIN, pilihan jurusannya psikologi atau Bahasa Indonesia.
Sementara itu salah satu guru SMAN 1 Pakem, Sri Handayani mengakui Sherina merupakan siswa yang cerdas di sekolah. Kendati tidak mengajar langsung Sherina, ia sering mendengar cerita dari guru dan teman-temannya.
“Sherina di sekolah juga aktif diberbagai kegiatan, termasuk OSIS. Katanya dia itu pengen jadi guru Bahasa Indonesia,” katanya.

Sementara itu 12 SMA/MA di Kabupaten Sleman harus menumpang untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), karena mengalami keterbatasan sarana prasarana. Ke-12 SMA/MA tersebut diketahui merupakan sekolah swasta.

Kepala Balai Dikmen Sleman Disdikpora DIY Sukarjo mengapresiasi pada sekolah swasta yang menyatakan siap menggelar ujian secara mandiri. Menurutnya SMA Dr Wahidin, meski hanya memiliki delapan siswa peserta UN mereka mampu menggelar UNBK.
“SMA Muhammadiyah Mlati yang hanya memiliki 12 siswa peserta UN juga mengelar ujian secara mandiri. Dari 12 sekolah yang ujiannya menumpang tersebut semuanya adalah swasta,” katanya.

UNBK tahun ini diikuti 64 SMA/MA dengan jumlah peserta mencapai 5.872 siswa. Berdasarkan data, MA Sunan Pandanaran merupakan sekolah dengan peserta UNBK terbanyak mencapai 336 siswa, MAN 3 Sleman 241 siswa dan SMAN 1 Seyegan 227 siswa.
Bupati Sleman, Sri Purnomo yang turut melakukan pemantauan UNBK di SMA N 1 Depok menjelaskan sejauh ini pelaksanaan UNBK berjalan lancar. Belum ada laporan kendala-kendala teknis maupin non teknis yang ia terima. “Harapannya tidak ada trauble siswa bisa konsentrasi penuh dan mendapatkan nilai yang baik,” harapnya.

Sementara itu UN di SMA 1 Depok tidak hanya diawasi oleh pengawas dari Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman saja tetapi juga oleh kamera CCTV. Total peserta ujian ada 187 siswa terdiri dari 96 siswa IPA dan 91 siswa IPS.
“Para siswa melaksanakan ujian di dua ruang TI, sehingga per hari ada tiga sesi ujian. Masing-masing sesi diikuti 64 siswa, satu lab berisi 32 siswa,” pungkas Kepala Sekolah SMA N 1 Depok, Shobariman. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
HARI PERTAMA UNBK SMA DI BANTUL – Satu Siswa Dipastikan Ujian Susulan

JETIS (MERAPI) - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Bantul mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Kabupaten Bantul. Bupati

Close