PASCA TERKENA PHK-2 Mantan Karyawan Gugat Topsy Salon

 

Kuasa penggugat memperlihatkan gugatan yang diajukan ke PHI. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Kuasa penggugat memperlihatkan gugatan yang diajukan ke PHI. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

YOGYA (MERAPI) – Dua karyawan salon, Theresia Isworowati (24) warga Ledok Tukangan Danurejan Yogyakarta dan Desniaty Munawaroh warga Jalan Nologaten Caturtunggal Depok Sleman mengajukan gugatan terhadap New Topsy Salon di Ambarrukmo Plaza ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri (PN) Yogya, Senin (9/4).

“Kami telah membacakan gugatan kami. Selanjutnya giliran tergugat untuk menyampaikan jawaban pada sidang mendatang,” ujar salah satu kuasa para penggugat, Detkri Badhiron SH kepada wartawan usai pembacaan gugatan.

Sebelumnya kedua terggugat menjalin kontrak dengan penggugat pada Sabtu 1 Oktober 2016 dengan gaji Rp 850 ribu per bulan. Adapun kontrak kerja yang dilakukan selama 5 tahun. Apabila salah satu pihak memutus hubungan kerja maka akan terkena penalti sebesar Rp 2 juta.

Setelah itu pada 28 Mei 2017 para penggugat mendapat panggilan dari kantor pusat New Topsy Salon dan mendapat surat PHK. Setelah itu keesokan harinya petugas salon meminta seragam para penggugat.

Setelah di-PHK para penggugat tak mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja. Selama ini tergugat tak memiliki itikad baik untuk membayarkan sisa kontrak dengan adanya pemutusan hubungan kerja.
Selama ini penggugat Theresia dengan kontrak 5 tahun atau 60 bulan dengan masa kerja 2 tahun dan sisa kontrak 3 tahun. Sehingga apabila dikalikan dengan gaji UMP DIY Rp 1.500.000 maka tergugat harus membayar Rp 54.000.000.

Sementara penggugat Deniaty yang dikontrak 3 tahun atau 36 bulan memiliki masa kerja 7 bulan. Sehingga masih memiliki masa kerja 29 bulan dikalikan UMP DIY Rp 1.500.000 sehingga kewajiban tergugat untuk membayar Rp 43.500.000.

Selain itu para penggugat memang benar telah meminjam uang di Koperasi Kospin Prima Artha Muda. Tetapi mengapa tergugat jusru memberikan ijazah kedua penggugat ke koperasi tanpa izin yang dulu dijadikan jaminan saat masih bekerja. Untuk itulah penggugat mengajukan gugatan ke PHI untuk meminta hak-haknya. (C-5)

 

Read previous post:
5 Eskavator untuk Perbaiki Irigasi Tersier

PATI ( MERAPI ) - Persoalan irigasi tersier di kabupaten Pati menjadi hambatan karena tidak pernah tersentuh anggaran APBD ataupun

Close