Kenalkan Sejarah Borobudur Melalui Wayang Beber

MERAPI-SULISTYANTO Ki Panji (tengah) saat memberikan kenang-kenangan kepada perwakilan tamu.
MERAPI-SULISTYANTO
Ki Panji (tengah) saat memberikan kenang-kenangan kepada perwakilan tamu.

CANDI Borobudur telah dikenal sebagai salah satu warisan dunia. Untuk mengenal lebih dalam sejarah berdirinya Candi Borobudur itu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui wayang beber yang dilakukan oleh dalang Ki Panji Cakra Sawidi atau Ir Widarto. Garis cerita wayang terkait sejarah Borobudur itu ditampilkan menggunakan gambar atau lukisan.

Menurut Ki Panji, ia berusaha bisa membuat naskah serta menampilkan wayang bertajuk Banjaran Sidharta Gautama tersebut antara lain untuk menyambut Hari Warisan Dunia yang jatuh setiap 18 April. Apalagi peringatan yang juga sering disebut Hari Situs dan Monumen sedunia itu kurang begitu dikenal. Dia memilih cerita seputar Borobudur di Jawa Tengah itu karena merupakan warisan dunia.

“Relief-relief yang ada di Candi Borobudur juga menarik untuk dijadikan bahan cerita, sekaligus akan lebih mengenalkan candi ini kepada masyarakat luas,” terangnya di pendapa warga Yadara Babarsari Sleman, akhir pekan lalu.

Selain wayang Banjaran Sidharta Gautama dengan durasi kisaran 30 menit, alumni Fakultas Pertanian UGM itu menampilkan wayang Babad Mangir. Ia menilai, ada beberapa hikmah penting dari cerita Ki Ageng Mangir dalam sejarah kerajaan Mataram. Situs maupun makam Ki Ageng Mangir pun masih terawat baik sampai saat ini. Tak ketinggalan, pentas wayang sekilas sejarah Majapahit. Ia pun menceritakan menulis naskah sejarah TNI-Polri dan kisah heroik para pejuang kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Beberapa salinan naskah ia serahkan kepada perwakilan tamu yang hadir sebagai kenang-kenangan. Suatu saat dia berharap naskah itu bisa dicetak menjadi buku. Hanya saja masih perlu ditambah informasi seperti dari tokoh-tokoh yang kurang dikenal, namun besar jasanya dalam perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Ki Panji juga menegaskan, pentingnya memupuk semangat gerakan cinta bumi dengan berbagai langkah nyata.

“Saya dibantu beberapa teman antara lain telah menanam 50 jenis tanaman di kawasan Bunderan Pakem dan menebar bibit ikan nila di sungai tak jauh dari situ. Pernah juga menanam cemara laut di kawasan Pantai Selatan bersama Pramuka,” ungkap Ki Panji. (Yan)

Read previous post:
PERPUSTAKAAN DIGITAL KULONPROGO DILUNCURKAN – Selami Ratusan Buku Lewat Telepon Pintar

MEMBACA koleksi buku, kini tak harus dilakukan di perpustakaan. Sebab, perkembangan teknologi telah melahirkan perpustakaan digital dengan beragam koleksi buku

Close