PERPUSTAKAAN DIGITAL KULONPROGO DILUNCURKAN – Selami Ratusan Buku Lewat Telepon Pintar

MERAPI-AMIN KUNTARI Pameran arsip mewarnai peluncuran perpustakaan digital Kulonprogo.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Pameran arsip mewarnai peluncuran perpustakaan digital Kulonprogo.

MEMBACA koleksi buku, kini tak harus dilakukan di perpustakaan. Sebab, perkembangan teknologi telah melahirkan perpustakaan digital dengan beragam koleksi buku elektronik atau e-book. Para pecinta buku akan dimanjakan dengan kemudahan membaca buku lewat perputakaan digital karena dapat dibaca di mana saja. Bisa di rumah, di kafe maupun di taman, asalkan ada dukungan telepon pintar mengakses perpustakaan digital.

Untuk mengaksesnya, pembaca harus mengunduh aplikasi perpustakaan digital yang kini tersedia cukup banyak di playstore telepon selular berbasis android. Kemudian ikuti semua prosedur dan langkah yang ada di aplikasi itu. Setelah itu, pembaca sudah bisa mengakses buku-buku e-book yang menjadi koleksi perpustakaan digital. Beberap aplikasi perpustakan digitial di antaranya milik Pemda DIY dan Pemkab Kulonprogo lewat aplikasi iKulonprogo.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulonprogo, Agus Santosa mengatakan, kepemilikan perpustakaan digital ini untuk menyambut dinamika masyarakat dengan kehadiran bandara internasional di wilayahnya. “Persiapannya dua hingga tiga bulan. Kami bekerjasama dengan perusahaan penyelenggara aplikasi pihak ketiga,” tambah Agus.

Saat ini, perpustakaan digital Kulonprogo sudah memiliki koleksi 667 e-book yang bisa diakses. Ke depan, jumlahnya akan terus ditambah mengingat pada tahun ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulonprogo berencana melakukan pengadaan buku-buku e-book untuk menambah layanan perpustakaan digital.

“Yang penting kami luncurkan dulu agar masyarakat mengerti dan terbiasa dengan perpustakaan digital. Kalau sudah tahu buku mana yang banyak diminati, akan kami tingkatkan layananya dengan pengadaan buku-buku e-book,” urai Agus.

Keberadaan perpustakaan digital di Kulonprogo juga dinilai akan menjawab kebutuhan masyarakat setelah Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) beroperasi. Sebab dengan adanya bandara, masyarakat akan berkembang menjadi lebih dinamis dan membutuhkan layanan yang lebih cepat dan mudah diakses.

Staf Ahli Bupati Kulonprogo, Jumanto menyatakan, pihaknya optimis perpustakaan digital dapat berkembang di Kulonprogo mengingat saat ini penggunaan teks secara elektronik terus meningkat dari hari ke hari. Di berbagai negara maju, mayoritas pengguna perpustakaan bahkan lebih senang dengan format teks elektronik darpiada konvensional.

”Kami berharap, keberadaan perpustakaan digital dapat melayani masyarakat berbagai kalangan mulai dari siswa, mahasiswa dan siapapun yang membutuhkan. Peluncuran ini juga akan merangsang minat baca mereka,” pungkas Jumanto. (Unt)

Read previous post:
Usia Tua Tak Halangi Mbah Giono Dukung TMMD

SLEMAN (MERAPI) - Usia tua bukanlah penghalang untuk ikut bekerja dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Ke 101 di

Close