CAH KLITIH TEBAR TEROR-Motor Ditendang Saat Melaju Kencang

MERAPI-SAMENTO SIHONO Lokais aksi teror cah klitih di Desa Kalitirto. Saat malam hari, lokasi itu memang sangat sepi dan minim penerangan.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Lokais aksi teror cah klitih di Desa Kalitirto. Saat malam hari, lokasi itu memang sangat sepi dan minim penerangan.

BERBAH (MERAPI)- Seorang remaja, Baskoro Febriansach (18) warga Panembahan, Kraton, Yogya mengalami luka di bagian tangan, dada dan wajah alibat tersungkur setelah motor yang dikendarainya ditendang oleh pengendara motor trail di Desa Kalitirto, Berbah, Sleman, Sabtu (7/4) pukul 18.30 WIB. Korban diduga diserang cah klitih lantaran dia tak mengenal pelaku serta motifnya tak jelas.
Hingga Minggu (8/4), polisi masih memburu para pelaku. Menurut keterangan, awalnya korban melintas di Jalan Berbah-Prambanan di Desa Kalitirto, Berbah, Sleman, Sabtu malam. Sesampainya di lokasi yang sepi dan gelap, tepatnya dekat lokasi wisata Lava Bantal, korban berpapasan pelaku yang mengendarai sepeda motor trail.
Saat keduanya berpapasan, tanpa sebab yang pasti, korban ditendang oleh pelaku. Karena laju motor cukup kencang, dia pun langsung tersungkur ke jalan beraspal. Usai menendang korban, pelaku langsung melarikan diri. Akibat terjatuh dari motor, korban terluka pada di bagian wajah. Dia tak mampu mengejar pelaku karena lukanya itu. Sejumlah warga yang melintas kemudian menolong korban dan membawanya ke RSUD Prambanan untuk mendapatkan perawatan.

Hingga kemarin, korban masih dirawat medis. Seorang perawat di RSUD Prambanan mengatakan jika korban mengalami luka di bagian tangan, dada, dan wajahnya, sementara itu rekannya yang membonceng tidak terluka.
Sementara itu berdasarkan pantauan di sekitar lokasi kejadian, kondisi jalan memang sangat gelap karena minim penerangan lampu jalan. Hanya ada beberapa lampu, itu pun kondisinya sudah tidak nyala, terlebih di jalan tersebut situasinya sangat sepi saat malam hari.
Yatiman (45) salah seorang warga Watu Adeg Berbah yang sering lewat lokasi kejadian mengeluhkan kondisi jalan itu. Menurutnya, kasus ini membuatnya makin waspada. “Minimnya lampu penerangan jalan membuat gelap, ditambah dengan kondisi jalan yang terbilang masih sepi,” ujarnya.
Untuk itu dia pun berharap adanya tambahan lampu penerangan jalan untuk mencegah kejahatan. “Kalau seperti ini, kami jadi was-was keluar malam-malam,” katanya.

Yatiman mengaku tidak mengetahui secara persis kejadian itu. Kendati demikian ia mendengar adanya kasus teror cah klitih tersebut. “Saya juga diberitahu, tapi persisnya tidak tahu,” katanya.
Kapolsek Berbah Kompol Agus Zaenudin hingga semalam belum bisa dikonfirmasi mengenai kasus kekerasan tersebut. Sementara Anggota piket KSPKT Polsek Berbah mengaku belum ada laporan dari korban perihal tersebut. (Shn)

 

Read previous post:
Kota Yogya Tetapkan 5 Dapil

UMBULHARJO (MERAPI) - Daerah Pemilihan (Dapil) Pemilu 2019 di Kota Yogyakarta dipastikan sama dengan Pemilu 2014. Hal itu mengacu keputusan

Close