SERANG SEKOLAH LAIN DISELESAIKAN DIVERSI-8 Siswa SMK Lolos dari Jerat Hukum

SEDAYU (MERAPI)-  Kasus penyerangan siswa SMK 1 Sedayu 8 yang melibatkan delapan siswa SMK di Kota Yogyakarta diselesaikan secara diversi atau kekeluargaan. Sejauh ini penyidik Reskrim Polsek Sedayu Bantul masih menunggu penetapan diversi oleh Pengadilan Negeri Bantul.
Dalam kasus itu pelaku mencari sasaran di SMK 1 Sedayu tanpa alasan jelas pada 8 Februari lalu. Akibat serangan mereka, sejumlah siswa SMK 1 Sedayu, yakni Diki, Sigit Kurniawan dan Mohammad Amir terluka. Padahal, korban tidak pernah kenal dengan pelaku. Sesaat setelah kejadian itu, polisi langsung bergerak cepat. Pelaku penyerangan dikenali berdasarkan seragam sekolah mereka. Awalnya petugas memanggil satu pelaku untuk dimintai keterangan terkait insiden di depan SMK Sedayu itu. Dalam pemeriksaan itu, siswa tersebut menyebut nama rekan-rekanya dan langsung dipanggil.

Pelaku penyerangan yangh ditangkap terdiri dari Ma (15) warga Kleben Kuncen, Yogya, IK (16) warga Patehan, Kraton, Yogya, IB (17) warga Jalan Tentara Pelajar Ngaglik, Sleman, YY (16) warga Girisubo, Gunungkidul, DD (16) warga Kricak Kidul Tegalrejo, Yogya, DN (16) warga Turonggo, Yogya, ER (16) warga Gedongkiwo, Yogya serta MH (16) warga Pandes, Sewon, Bantul. Setelah lebih dari sebulan melakukan penyidikan, aparat pun memutuskan kasus ini diselesaikan secara diversi. Alhasil, para pelalu lolos dari jerat hukum.
Kanit Reskrim Polsek Sedayu Iptu Arujiyanta SH kepada wartawan, Jumat (6/4) mengatakan, bahwa proses hukum secara diversi tersebut diambil merujuk UU No 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak. Jika anak belum dewasa atau di bawah 17 tahun terseret kasus kejahatan, bisa dilesaikan secara diversi. Oleh karena itu, ujar Arujiyanta, pada 2 April diadakan pertemuan dengan orangtua, pihak sekolah, Bapas Wonosari, Dinsos Bantul dan Perlindungan Anak. Hasilnya, penyelesaian kasus penyerangan itu dilakukan secara diversi. “Sudah kami ajukan ke PN Bantul untuk ditetapkan diversi,” jelasnya.

Dikatakan, ketika kasus kekerasan yang melibatkan anak itu diselesaikan secara diversi dan ditetapkan oleh pengadilan, hal itu sudah punya kekuatan hukum. Tetapi memang untuk diversi hanya bisa dilakukan sekali. Artinya jika suatu ketika para pelaku ternyata mengulangi perbuatannya atau terlibat kasus serupa, mereka bakal diproses secara hukum atau perundangan. “Penyelesaian secara diversi itu hanya bisa sekali, jika di kemudian hari terjadi peristiwa sama akan diproses secara hukum, jadi jangan dikira setelah diversi tidak ada konsekuensi-konsekuensinya,” tutupnya. (Roy)

Read previous post:
Tomat Hilangkan Jerawat

JERAWAT sering membuat seseorang merasa kurang percaya diri. Beragam cara dapat diterapkan untuk melawannya, termasuk dengan bahan-bahan alami. Tomat yang

Close