CEGAH LEBIH DINI HINDARI PENYAKIT – Kucing Stres Picu Nafsu Makan Hilang

MERAPI-SULISTYANTO Drh Maya dan salah satu kucing (pasien) yang hilang napsu makannya.
MERAPI-SULISTYANTO
Drh Maya dan salah satu kucing (pasien) yang hilang napsu makannya.

PEMILIK satwa kesayangan jenis kucing mudah ditemukan di masyarakat. Tak jarang satwa tersebut dianggap seperti anggota keluarga, sehingga diberi makan-makanan berkualitas bagus, Meski demikian ketika tak ada nafsu makan, kucing engan untuk mengonsumsinya. Kondisi itu patut diwaspadai karena bisa jadi kucing stres maupun terserang penyakit.

Seperti halnya dijelaskan drh Maya Saktiningrum di Godean Petshop kawasan Jalan Godean Sleman. Dia sering menemui kasus kucing hilang nafsu makan. Menurutnya penyebab kucing hilang nafsu makan antara lain, kucing sedang stres hingga terserang suatu penyakit.

“Stres yang dialami kucing, bisa disebabkan beberapa hal antara lain ada musuh atau sering berkelahi. Ketika ada kucing yang satu rumah mengalami sakit atau mati, bisa juga memicu kucing stress,” kata drh Maya.

Sedangkan penyakit yang dapat mengakibatkan hilangnya nafsu makan pada kucing, misalnya terkena cacing, diare dan sering muntah. Termasuk juga terserang virus panleukopenia yang biasa menyerang sistem pencernaan. “Ketika merasa sulit mengatasi kucing yang hilang nafsu makan, sampai menjadi lesu bahkan diare maupun muntah, sebaiknya dibawa ke dokter hewan agar mendapat perawatan intensif,” tambahnya.

Beberapa langkah penting mengatasi masalah napsu makan tersebut, sambungnya, perlu diberi vitamin yang dapat meningkatkan nafsu makan. Ada juga jenis makanan terapi dengan kandungan nutrisi tertentu yang bisa rutin diberikan. Bahkan jenis-jenis pakan basah dengan aroma dan cita rasa yang disenangi kucing pun tersedia dalam berbagai merk.

Namun ketika kondisi kucing sudah benar-benar lemas, sama sekali tak mau makan-minum tindakan seperti infus pun penting dilakukan. Adapun gangguan kesehatan lain yang sering ditemukan pada satwa kucing adalah gatal-gatal pada kulit sampai
mengakibatka bulu rontok. Dia menjelaskan gatal-gatal bisa disebabkankarena kudis dan jamur, sehingga perlu penanganan seperti dengan suntikan gatal serta pemberian salep anti gatal. Tak ketinggalan ada terapi mandi sekaligus untuk mengurangi kerak di kulit akibat gatal-gatal.

“Ada juga satwa kucing mengalami flu sampai ada yang sesak napas. Penanganannya ada yang sampai memakai nebulizer layaknya manusia yang terserang asma atau sesak napas. Selain itu juga perlu diberi antibiotik serta vitamin,” papar drh Maya. (Yan)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KERAHKAN PRAJURIT YON ZIPUR – Satgas TMMD Kodim Yogya Renovasi MCK

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke–101 Kodim 0734/Yogyakarta yang dipusatkan di wilayah Pandeyan, Umbulharjo, Yogya merupakan salah satu wujud

Close