Pantarlih Pemilu Mulai Bulan Ini

Ilustrasi Pemilu 2019.

BANTUL (MERAPI) – Pemitahiran data pemilih (Pantarlih) Pemilu 2019 dijadwalkan dimulai pertengahan April ini. Komisi Pemilihan Umum (KPU) kini tengah melakukan perekrutan petugas pantarlih melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) di setiap desa. Sebelumnya KPU telah melakukan simulasi sebaran tempat pemungutan suara (TPS) di Bantul. Sesuai hasil simulasi itu, diperkirakan jumlah TPS di Bantul akan mengalami penambahan dibanding dengan jumlah TPS pada pemilu 2014 lalu.

Ketua KPU Bantul, Johan Komara menjelaskan pencocokan data pemilih pemilu akan dimulai pada 17 April 2018. Sementara proses rekrutmen petugas pantarlih ditargetkan selesai minggu ini. Pihaknya berencana melantik petugas tersebut pada 10 April. Paling tidak, KPU membutuhkan sebanyak 3035 petugas pantaslih yang tersebar di 17 kecamatan. Namun begitu untuk melakukan pencocokan data pemilih ini dibutuhkan daftar calon pemilih yang disusun KPU Pusat. Menurut Johan, daftar calon pemilih itu sebagai dasar untuk validasi pemilih di Pemilu 2019. “Sampai sekarang kami belum menerima dari KPU Pusat,” terangnya, kemarin.

Johan Komara menambahkan, jumlah petugas pantarlih itu telah disesuaikan dengan hasil simulai TPS. Hasil simulasi itu menunjukkan adanya penambahan jumlah TPS yang cukup signifikan. dalam Pemilu 2014 jumlah TPS mencapai 2.293 lokasi. Namun, dalam Pemilu 2019 mendatang diperkirakan jumlah TPS yang digunakan mencapai 3.035 tempat. Kenaikan jumlah TPS ini mengingat adanya batasan jumlah pemulih dalam setiap TPS sebanyak 300 pemilih. Hal ini untuk mengurasngi potensi konflik dan masalah dalam penghitungan suara, mengingat dalam pemilu 2019 mendatang pemilihan dilakukan serentak, yakni DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPRD Pusat, DPD, dan pemilihan Presiden. “Jumlah Petugas kita sesuaikan dengan jumlah TPS,” imbuhnya.

Hasil simulai TPS ini menurutnya belum final, Johan menjelaskan jumlah TPS masih bisa berubah seiring dilaksanakannya pemutakhiran data pemilih oleh petugas. Perubahan jumlah TPS mungkin terjadi setelah pemutahiran data pemilih selesai. Selain itu juga akan melihat kondisi geografis wilayah. Jika kondisi geografis wilayah dengan sebaran warga yang cukup luas meskipun jumlahnya sedikit maka akan dimungkinkan berubah. “Potensi perubahan TPS bisa diusulkan oleh anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS),” pungkasnya. (C-1)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PERTAHANKAN WTP 6 KALI – BPK Mulai Pemeriksa LKPD Sleman Tahun 2017

SLEMAN (MERAPI) - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, terkait Penyerahan Laporan

Close