SELIDIKI LONGSOR TEBING KALI GENDOL-Polres Sleman Bentuk Tim Investigasi

MERAPI-SAMENTO SIHONO Proses evakuasi tebing longsong di Kali Gendol yang menewaskan dua orang penambang pasir.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Proses evakuasi tebing longsong di Kali Gendol yang menewaskan dua orang penambang pasir.

SLEMAN (MERAPI)- Aparat Polres Sleman masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui adakah faktor kesengajaan terkait longsornya area tambang pasir Kali Gendol, Kalitengah Kidul, Cangkringan, Sleman. Akibat kejadian itu dua orang meninggal dunia. Polisi pun membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kejadian itu.
Kapolres Sleman AKBP Muchamad Firman Lukmanul Haki kepada wartawan, Selasa (3/4) mengatakan, pihaknya melihat peristiwa tragis itu murni bencana alam. Kendati demikian, pihaknya masih akan menganalisa terkait peristiwa longsornya tebing setinggi 25 meter di area tambang Sungai Gendol tersebut.
“Masih butuh untuk melakukan analisa, penyelidikan untuk menjawab apakah ada faktor kesengajaan atau tidak, atau memang itu faktor alam,” ujar Firman.
Firman berharap, kejadian tersebut dapat dijadikan pelajaran berharga untuk para pelaku bisnis pertambangan terutama di wilayah Kabupaten Sleman. Untuk lebih memperhatikan kondisi di lokasi tambang dan keselamatan para pekerja saat melakukan aktivitas penambangan pasir.

“Dengan adanya kejadian itu, jangan langsung kita menuduh dan menyalahkan. Kita tunggu dulu hasilnya seperti apa. Namun dalam hal ini, saya selaku Kapolres tidak langsung tinggal diam, kita sudah membentuk tim,” tegasnya.
Firman menambahkan tim itulah yang akan menganalisa penyebab pasti peristiwa tanah longsor tersebut. Sehingga dalan waktu dekat penyebab terjadinya longsor tersebut akan segera diketahui.
“Tim sudah bekerja, mudah-mudahan dalam waktu dekat segera terjawab,” pungkasnya.
Seperti diketahui, dua orang penambang pasir tewas dan dua lainnya luka-luka setelah tebing yang mereka tambang di aliran Kali Gendol Dusun Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman longsor, Senin (2/4) pukul 06.00 WIB. Dua korban tewas tertimbun saat berada di dalam truk yang tengah mengantre untuk menunggu giliran menambang pasir.
Korban tewas dalam kejadian ini adalah Gunawan (36) warga Bulaksalak, Wukirsari, Cangkringan dan Sugeng (35) warga Kemurejo, Banyaaeng, Karangnongko, Klaten. Sedangkan untuk korban yang mengalami luka adalah Citro Wiyono (50) dan Pandi Wiyono (55) keduanya warga Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Cangkringan. (Shn)

Read previous post:
DIGELAR DI MAGUWOHARJO SABTU – Uji Coba Terakhir PSS Lawan Persibat

SLEMAN (MERAPI) - Manajemen dan Tim Pelatih PSS Sleman sepakat untuk menggelar satu laga uji coba terakhir sebelum dimulainya Liga

Close