KISAH DI BALIK LONGSOR KALI GENDOL-Selamat Usai 20 Menit Terkubur

MERAPI-SAMENTO SIHONO Proses evakuasi tebing longsong di Kali Gendol yang menewaskan dua orang penambang pasir.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Proses evakuasi tebing longsong di Kali Gendol yang menewaskan dua orang penambang pasir.

CANGKRINGAN (MERAPI)- Horor longsornya tebing yang terjadi di area penambangan pasir Kali Gendol, Cangkringan, Sleman tak hanya dirasakan para penambang. Namun, warga yang menonton evakuasi juga ikut lari berhamburan lantaran terjadi longsor susulan saat mereka tengah menonton.
Akibatnya, dua orang warga ikut terkubur. Beruntung mereka berhasil diselamatkan Tim SAR dan hanya menderita luka. Salah seorang relawan SAR DIY, Didik kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (2/4) mengatakan, longsor susulan terjadi sekitar pukul 10.00. Saat itu, alat berat tengah berusaha mengevakuasi sejumlah truk yang masih tertimbun. Sedangkan dua korban tewas, Gunawan dan Sugeng sudah diievakuasi. Petugas fokus mengeluarkan truk yang masih tertimbun. Sejumlah warga kemudian menonton di sisi tebing. Hingga tiba-tiba, longsor kembali datang menimbun dua warga yang menonton, yakni Slamet (34) dan Tentrem (33).
“Dua warga yang menjadi korban longsor susulan saat itu sedang menonton evakuasi bangkai truk yang tertimbun,” kata Didik. Kontan saja, ujar Didik, Tim SAR langsung bekerja menyelamatkan keduanya. Slamet langsung berhasil dievakuasi. Sedangkan Tentrem tertimbun cukup lama.

BACA JUGA:TEBING KALI GENDOL LONGSOR-2 Penambang Pasir Tewas Terkubur

“Slamet langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan motor trail. Sementara korban kedua yaitu Tentrem (33), sempat terkubur material longsoran. Butuh waktu sekitar 15-20 menit untuk mengevakuasi korban kedua dalam kondisi selamat,” ujarnya.
Dijelaskan Didik, sebelum kejadian, kedua korban sudah diingatkan untuk mundur dari tebing. Tapi peringatan tak diindahkan keduanya.
Secara terpisah, Kepala Balai Pengawasan Perizinan Penambangan Wilayah Sleman Dinas PUP ESDM DIY, Agung Satrio mengatakan, aktivitas penambangan tersebut sudah memenuhi syarat jarak yakni 30 meter dari tebing yang menjadi ketentuan. Meski tidak secara jelas menjelaskan penyebab longsor, Agung meyakini lalu lalang truk tambang bisa jadi memicu longsor. Pihaknya pun mengaku sudah berulangkali mengimbau agar penambang tidak menambang di dekat tebing.
“Saya sudah sering mengimbau untuk dipasangi rambu-rambu di lokasi yang rawan. Sebab truk rawan tergelincir,” katanya.

Seperti diketahui, dua orang penambang pasir tewas dan dua lainnya luka-luka setelah tebing yang mereka tambang di aliran Kali Gendol Dusun Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman longsor, Senin (2/4) pukul 06.00 WIB. Dua korban tewas tertimbun saat berada di dalam truk yang tengah mengantre untuk menunggu giliran menambang pasir.
Korban tewas dalam kejadian ini adalah Gunawan (36) warga Bulaksalak, Wukirsari, Cangkringan dan Sugeng (35) warga Kemurejo, Banyaaeng, Karangnongko, Klaten. Sedangkan untuk korban yang mengalami luka adalah Citro Wiyono (50) dan Pandi Wiyono (55) keduanya warga Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Cangkringan.
Salah satu penambang yang selamat dalam musibah itu, Muslih (35) mengatakan, awalnya kemarin pagi, sejumlah truk penambang tengah antre di aliran Kali Gendol untuk menunggu giliran menambang. Mereka parkir berjejer di tepi tebing pasir. Saat itulah tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda, tebing setinggi 20 meter yang berada di sisi timur area penambangan longsor. (Shn)

Read previous post:
MUSYAWARAH ANGGOTA MAIDENT – Rendy Agung Jadi Plt Ketum

YOGYA (MERAPI) - Rendy Agung Prasetyo ditunjuk menjadi pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) wadah suporter PSIM Yogya, Mataram Independent

Close