TEBING KALI GENDOL LONGSOR-2 Penambang Pasir Tewas Terkubur

MERAPI-SAMENTO SIHONO Proses evakuasi tebing longsong di Kali Gendol yang menewaskan dua orang penambang pasir.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Proses evakuasi tebing longsong di Kali Gendol yang menewaskan dua orang penambang pasir.

CANGKRINGAN (MERAPI)-  Dua orang penambang pasir tewas dan dua lainnya luka-luka setelah tebing yang mereka tambang di aliran Kali Gendol Dusun Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman longsor, Senin (2/4) pukul 06.00 WIB. Dua korban tewas tertimbun saat berada di dalam truk yang tengah mengantre untuk menunggu giliran menambang pasir.
Korban tewas dalam kejadian ini adalah Gunawan (36) warga Bulaksalak, Wukirsari, Cangkringan dan Sugeng (35) warga Kemurejo, Banyaaeng, Karangnongko, Klaten. Sedangkan untuk korban yang mengalami luka adalah Citro Wiyono (50) dan Pandi Wiyono (55) keduanya warga Kalitengah Kidul, Glagaharjo, Cangkringan.
Salah satu penambang yang selamat dalam musibah itu, Muslih (35) mengatakan, awalnya kemarin pagi, sejumlah truk penambang tengah antre di aliran Kali Gendol untuk menunggu giliran menambang. Mereka parkir berjejer di tepi tebing pasir. Saat itulah tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda, tebing setinggi 20 meter yang berada di sisi timur area penambangan longsor.

“Saat longsor terjadi, saya masih berada di dalam truk dalam keadaan mesin masih hidup. Jadi saya tidak dengar ada suara gemuruh. Tiba-tiba lihat di sisi kanan sudah ada timbunan longsoran,” beber Muslih.
Akibat longsor tersebut, menurut Muslih, empat truk yang tengah mengantre muatan pasir di depannya tertimbun material logsoran. Termasuk truk yang ditumpangi dua korban tewas. Sejumlah penambang yang tertimbun kemudian berusaha keluar. Namun naas bagi korban Gunawan dan Sugeng. Mereka tak mampu menyelamatrkan diri karena banyaknya timbunan longsoran pasir.
“Dua korban tewas dan dua korban luka diketahui merupakan sopir dan kru truk penambang,” jelas Muslih.
Setelah kejadian ini, kata dia, para penambang kemudian melapor kepada aparat kepolisan dan Tim SAR. Tak lama berselang, Tim SAR unit Cangkringan bersama pihak kepolisian serta TNI langsung melakukan evakuasi truk yang tertimbun. Kedua korban baru berhasil dievakuasi satu jam kemudian dan dilarikan ke rumah sakit, setelah tiga alat berat dikerahkan. Namun, nyawa mereka tak tertolong.

Kejadian itu sontak membuat warga sekitar berbondong-bondong melihat proses evakuasi truk yang masih tertimbun. Di sat itulah sekitar pukul 10.00, longsor susulan terjadi. Akibatnya, dua warga yang tengah menonton tertimbun. Beruntung mereka berhasil segera diselamatkan Tim SAR.
Kapolsek Cangkringan AKP Sutarman menambahkan, korban selamat rata-rata mengalami luka lecet di bagian leher. Sementara itu untuk saluran pernapasan masih aman sehingga para korban bisa segera terselamatkan usai mendapat perawatan.
“Total ada enam orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, termasuk dua warga yang menonton. Dua di antaranya harus meregang nyawa,” katanya.
Camat Cangkringan Mustadi mengatakan, pihaknya sudah sering mengimbau penambang agar lebih hati-hati ketika beroperasi, terutama saat menambang di dekat tebing yang curam. “Kalau untuk izinnya kan pemerintah provinsi. Kami hanya mengimbau saja agar para penambang berhati-hati,” pungkasnya.  (Shn)

 

Read previous post:
RSUD Sleman Tambah Ruang Inap VIP

SLEMAN (MERAPI) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sleman terus tingkatkan pelayanan pada seluruh lapisan masyarakat. Kali ini menambah

Close