UNBK TINGKAT SMA, SMK, MA DI BANTUL – 10 Sekolah Masih Menggabung

MERAPI-RIZA MARZUKI Wakil Bupati Bantul meninjau pelaksanaan Ujian Nasional di SMK N 1 Pundong.
MERAPI-RIZA MARZUKI
Wakil Bupati Bantul meninjau pelaksanaan Ujian Nasional di SMK N 1 Pundong.

BANTUL (MERAPI) – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Bantul masih menyisakan sejumlah kendala. Tahun 2018 ini tercatat sebanyak 10 SMK dan SMA di wilayah ini masih menyelenggarakan UNBK dengan menggabung bersama sekolah lain. Sekolah-sekolah tersebut masih terkendala kurangnya sarana komputer yang dimiliki. UNBK untu SMK dilaksanakan mulai Senin (2/4) hingga empat hari ke depan. Selanjutnya UNBK siswa SMA dan MA berlangsung mulai Senin (9/4) pekan depan.

Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Bantul Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY mencatat, 10 sekolah yang terpaksa menggabung dalam melaksanakan UNBK terdiri dari enam SMK, tiga SMA dan satu MA. Kepala Balai Dikmen Bantul Disdikpora DIY, Suhirman menyebut keenam SMK yang menggabung di antaranya SMK Santo Paulus 1 Sedayu bergabung di SMK Putra Tama Bantul, SMK Indonesia YIPK bergabung di SMKN 1 Pleret, Sementara SMK Darma Bhakti Sedayu bergabung di SMK 17 Bantul, SMK-SPP Buana Karya Bantul bergabung di SMKN 1 Pandak, SMK Kesehatan Nuzula Husada bergabung di SMK Ar-Rahmah Srandakan dan SMK Teknologi Bantul bergabung di SMKN 1 Sanden.

Selanjutnya untuk tiga SMA, yakni SMA Muh Pleret bergabung ke SMAN 1 Pleret, SMA Patria Bantul bergabung di SMAN 1 Sewon dan SMA Tumbuh bergabung ke SMAN 1 Sewon. “Lalu MA Asyifa Muhammadiyah bergabung ke MA Ummatan Wasathon Imogiri,” sebutnya.

Suhirman melanjutkan, alasan penggabungan sekolah peserta UNBK ini akibat beberapa hal. Menurutnya selain jumlah siswa yang tidak memenuhi standar minimal, jumlah sarana komputer juga tidak cukup. Selain itu akibat status akreditasi sekolah yang belum memenuhi. Secara keseluruhan, peserta ujian nasional tingkat SMK/SMA/MA di Bantul mencapai 11.532 siswa terdiri dari SMK 5.573 siswa, SMA 4.478 siswa dan MA sebanyak 1.472 siswa. “Siswa berkebutuhan khusus ada beberapa di SMK N 1 Pundong, SMK N 3 Kasihan, SMK 1 Sanden, dan SMA 1 Sewon,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih ditemui usai melakukan pantauan ke beberapa sekolah menyebut kendala kekurangan sarana komputer itu tidak akan terjadi lagi tahun depan. Menurutnya kendala ini bisa diselesaikan dengan peran serta pemerintah dan komite sekolah. Meskipun SMK dan SMA berada diranah kewenangan Provinsi bukan tidak mungkin Pemkab mengalokasikan anggaran. “Bagaimanapun siswanya itu kan warga kita, jadi Pemkab bisa akan berusaha semaksimal mungkin,” tegasnya. (C-1)

Read previous post:
Registrasi Kartu Perdana Dibatasi, Bakul Pulsa Terancam Gulung Tikar

GONDOMANAN (MERAPI) - Ribuan pengusaha konter kartu perdana dan pulsa telepon selular DIY dan Jawa Tengah yang tergabung dalam Kesatuan

Close