LULUSAN SMA DITARIK RP 150 JUTA, SARJANA RP 200 JUTA- Otaki Penipuan CPNS, Ibu Rumah Tangga Dibekuk

 

Para tersangka diamankan polisi.(Merapi-Sukaryono)
Para tersangka diamankan polisi.(Merapi-Sukaryono)

SEMARANG (MERAPI) – Ny Maria(59), ibu rumah tangga, dijebloskan ke dalam sel Poltestabes Semarang, Jumat (30/3). Pasalnya, ia diduga sebagai otak pelaku penipuan calon pegawai negeri sipil (PNS). Ia ditahan bersama bersama dua orang kaki tangannya, salah satunya pensiunan Polri.

Dalam melakukan aksinya, Maria dibantu salah satu anaknya, Wisuda Sunyoto alias Wiwis alias Wisnu, warga Jangli Krajan Barat Jatingaleh, Semarang. Wiwis yang kini buron, perannya sangat penting membantu ibunya membuat SK kepegawaian dan pengangkatan CPNS palsu .
Penyidik selain meringkus tiga pelaku, juga menyita barang bukti di antaranya kuitansi pembayaran dan dokumen,termasuk SK palsu pengangkatan sebagai PNS.

“Kami sementara mengamankan tiga tersangka. Masih ada beberapa pelaku buron. Salah satunya anak tersangka Ny Maria,” jelas Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji.

Menurut Abiyoso, penangkapan ketiga pelaku dalam waktu dan tempat berbeda di Semarang. Mereka bersama rekan lain, termasuk Wiwis, diduga telah menipu ratusan lulusan SMA maupun sarjana dari dalam maupun luar Semarang. Namun, sementara korban yang melapor di Polrestabes Semarang baru 14 orang dengan total kerugian Rp 457.500.000. Uang miliaran rupiah hasil dari setoran, sebagai uang pelicin dari para korban yang ingin menjadi pegawai Negeri.

Menurut Kapolrestabes, para tersangka dalam aksinya menarik uang pelicin bervariasi. Untuk lulusan SMA uang pelicin Rp 150 juta sedangkan bagi yang berijazah S1 (sarjana) Rp 200 juta.
Para korban, meski oleh pelaku diberi SK pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil tetap tidak bisa menjadi PNS. Sebab SK pengangkatan pemberian Ny Maria yang mengaku bekerja di
LAN (Lembaga Administration Negara)J akarta ternyata palsu.

Korbannya antara lain pasangan suami-istri Sumarsono dan Mariyamti asal Boyolali. Suami istri itu pada pertengahan tahun 2012 berjumpa Ny Maria yang mengaku bekerja di Lembaga Administration Negara Jakarta yang dapat memasukkan pegawai negeri ke semua kantor Kementerian. Sumarsono dan istrinya tertarik, lalu memasukkan ketiga anaknya mendaftar ke kantor Kementerian yang berbeda, termasuk PU. Kemudian, Sumarsono mengangsur uang pelicin untuk ketiga anaknya kepada Ny Maria Cs, semua mencapai Rp 457.500.000. (Sky)

 

Read previous post:
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM -Terdakwa cah klitih dikawal petugas ketika hendak masuk ke persidangan di PN Bantul
LEMPAR BATAKO TEWASKAN KORBAN-Cah Klitih Divonis 6 Tahun

BANTUL (MERAPI)- Majelis hakim yang diketahui Agung Sulistiyono SH SSos MHum menjatuhkan vonis 6 tahun penjara terhadap eksekutor klitih, Agus

Close