RAMPAS HP, SISWA SMP DIBEKUK POLISI-Mabuk Bawa Bendo, Pelajar Todong Pelajar

MERAPI-SAMENTO SIHONO Anggota Polsek Ngemplak menunjukkan barang bukti bendo yang digunakan untuk menodong.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Anggota Polsek Ngemplak menunjukkan barang bukti bendo yang digunakan untuk menodong.

NGEMPLAK (MERAPI)-  Petugas Polsek Ngemplak berhasil meringkus dua orang pelaku penodongan dan tindak perampasan di Dusun Pondok Wonolelo Widodomartani Ngemplak, Sleman, Rabu (28/3). Dalam kondisi mabuk, keduanya merampas HP warga dengan mengancamnya menggunakan bendo.
Kapolsek Ngemplak Kompol Sugiarto kepada wartawan kemarin mengatakan, kedua pelaku yang diamankan yakni OA (18) pelajar SMP dan FL (16) remaja putus sekolah warga Depok, Maguwoharjo, Sleman. Dalam menjalankan aksinya, keduanya saling berbagi tugas, di mana OA sebagai joki, dan FL sebagai eksekutor.
Menurut Sugiarto, peristiwa itu bermula saat korban AN (14) dan DE (15) seorang pelajar warga Ngemplak, dalam perjalanan pulang ke rumah pada Sabtu (25/3) malam lalu. Dalam perjalanan itu, korban dibuntuti oleh pelaku yang berboncengan dengan sepeda motor Honda Vario Nopol AB 6333 WU saat melintas di Dusun Pondok Wonolelo,l Widodomartani, Ngemplak, Sleman.

Pelaku yang terpengaruh minuman keras langsung menghentikan kedua korban sambil menodongkan senjata tajam bendo. Mendapat ancaman itu, korban langsung menyerahkan dua handphone, jaket dan helm kepada pelaku.
“Sebelum pergi, pelaku juga mengacungkan bendo ke arah korban, sehingga korban tidak berani berterik. Saat kejadian kondisi jalan juga sangat sepi,” beber Sugiarto.
Usai kejadian itu, korban langsung melaporkan kasus penodongan dan perampasan tersebut ke Mapolsek Ngemplak. Mendapat laporan itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan saksi dan korban, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku lewat plat nomor motor pelaku yang dikenali. Polisi akhirnya berhasil mengamankan kedua pelaku di rumah mereka masing-masing, tiga hari setelah kejadian itu.

“Saat kita amankan tidak perlawanan dari pelaku, dan keduanya sudah mengakui perbuatannya,” katanya.
Panit 1 Reskrim Polsek Ngemplak Iptu Sutriyono menambahkan, barang bukti hasil kejatan tersebut sudah berpindah tangan ke teman pelaku. Kepada penyidik pelaku mengaku bingung barang rampasan akan dikemanakan, karena tidak berniat untuk menjualnya.
“Jadi pelaku bingung mau diapakan barang itu, sehingga dititipkan pada temannya,” jelas Sutriyono.
Sementara itu barang bukti yang berhasil diamankan yakni dua handphone, jaket, helm dan sepeda motor serta bendo milik pelaku.
Akibat perbuatannya, OA mendekam di sel tahanan polsek Ngemplak, sedangkan FL di tahan khusus anak di Polres Sleman. Pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman 12 tahun penjara. (Shn)

 

Read previous post:
GELAR FGD PROFESIONALISME WARTAWAN-PWI Kota Solok Kunjungi PWI DIY

YOGYA (MERAPI) - Sebanyak 60 wartawan dari PWI Kota Solok, Sumatera Barat, berkunjung ke PWI DIY Jalan Gambiran 45 Yogyakarta,

Close