MBAH TOYO DIVONIS 7 TAHUN-Diiming-imingi Rp 10 ribu, Murid SD Dicabuli

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa terlihat pasrah setelah mendengarkan vonis majelis hakim.
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Terdakwa terlihat pasrah setelah mendengarkan vonis majelis hakim.

BANTUL (MERAPI)- Terdakwa kakek cabul, Martoyo alias Toyo bin Mitro Utomo (60) warga Manding Serut, Sabdodadi, Bantul hanya bisa pasrah setelah majelis hakim yang diketuai Laily Fitria Titin Anugerahwati SH menjatuhkan vonis 7 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider 6 bulan kurungan dalam sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Selasa (27/3). Terdakwa menerima hukuman dan mengaku sudah mencabuli bocah murid SD, Kencur (11-nama samaran) dengan iming-iming uang Rp 10 ribu.
Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa Irdhani SH yang semula menuntut 8 tahun dengan denda Rp 60 juta subsider 6 bulan kurungan. Atas vonis yang dijatuhkan, terdakwa yang didampingi penasihat hukum Bambang Supriyanto SH menyatakan menerima.
“Majelis hakim telah memberi keringanan hukuman sebagaimana pledoi atau pembelaan kami. Untuk itu terdakwa pasrah dan menerima hukuman tersebut,” ungkap Bambang kepada wartawan, usai sidang.

Dalam amar putusan yang dibacakan saat sidang terbuka untuk umum itu terungkap, terdakwa pada Rabu 11 Oktober 2017 pukul 11.00 keliling kampung mengendarai sepeda onthel. Sesampai di wilayah Canden, Jetis, Bantul terdakwa melihat saksi korban seorang siswi SD, sebut saja Kencur (11-nama samaran) yang pulang dari sekolah sendirian. Saat itu tiba-tiba timbul niat melakukan pencabulan.
Mengetahui situasi sepi, terdakwa menghentikan sepeda dan menghampiri korban. Tiba-tiba dia menciumi pipi kanan kiri saksi korban. Dari perbuatan terdakwa tesebut saksi korban berusaha berontak tetapi terdakwa memberikan iming-iming uang Rp 10 ribu agar korban mengikutinya dari belakang. Korban pun mengikuti pelaku setelah diberi uang itu.

Ketika sampai di sebuah pekarangan di wilayah Ngibikan, Jetis, Bantul, terdakwa meminta saksi korban berhenti. Dia lantas mengajak ke kebun kosong. Di tempat itulah terdakwa memaksa saksi korban membuka rok dan celana dalam kemudian memaksa melakukan badan. Saat itu korban berontak hingga bisa kabur. Setelah kejadian itu, korban mengadu kepada orangtuanya dan diteruskan ke polisi. Tak berapa lama, pelaku berhasil ditangkap hingga diseret ke meja hijau. Perbuatan terdakwa dijerat pasal 82 ayat 1 UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Pelindungan Anak (C-5)

 

Read previous post:
Berobat Tuberculosis Hingga Sembuh Diberi Insentif Rp 500 Ribu

YOGYA (MERAPI) - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk bisa mengenali gejala penyakit Tuberculosis (TB) pada anak sebagai salah

Close