11 Ibu Menyusui Keracunan Jamu Uyub-uyub

MAGELANG (MERAPI)-  Diduga akibat mengkonsumsi jamu gendong jenis uyub-uyub, 10 ibu menyusui asal Dusun Loning, Desa Senden, Kecamatan Mungkid, dan seorang ibu asal Desa Treko, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, dilarikan ke RSUD Muntilan, Senin (26/3) malam kemarin. Mereka diduga keracunan setelah minum jamu tersebut pada pagi harinya setelah membeli dari Ny S (53), seorang pedagang jamu gendong asal Treko, Mertoyodan, Magelang.
Direktur RSUD Muntilan M Syukri dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (27/3) membenarkan saat ini ada 11 pasien yang sedang rawat inap di RSUD Muntilan, dengan gejala yang sama yakni seperti orang mengalami keracunan. “Jadi kemarin Senin (26/3) sekitar pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB, berangsur-angsur kami mendapat pasien 10 orang ibu menyusui. Kemudian dari hasil analisa dokter, semunya habis meminum jamu uyub-uyub. Keluhan semua pasien pun sama yakni mual, muntah dan pusing. Kemudian pada pukul 00.00 WIB, kami mendapatkan satu pasien lagi, juga dengan gejala yang sama,” kata M Syukri.

Dijelaskan, para korban yang mengalami keracunan jamu uyub-uyub tersebut adalah Santi Rahmawati (27), Lusiana Arfiani (23), Haryanti (25), Ida Riwayati (33), Indah Saputri (22), Diah Tri Yuliani (29), Napsiah (30), Saidah (33), Anik Triyaningsih (37), Sarwati (25) semuanya warga Dusun Loning, dan satu warga Desa Treko, Kecamatan Mertoyudan, Maesaroh (20). “Semua korban sudah kita observasi. Kondisi korban saat ini sudah sadar, tetapi dalam kondisi yang lemah,” ungkapnya.
Hingga saat ini, kata Sukri, seluruh pasien sedang dalam kondisi pemulihan. Dokter ahli penyakit dalam juga tengah melakukan penanganan lebih lanjut kepada seluruh pasien. “Semoga dalam dua-tiga hari kedepan, mereka sudah bisa pulang. Sekarang masih dalam taraf pemulihan,” ujarnya.
Camat Mungkid, Sukamtono yang ditemui di tempat terpisah mengaku sudah menerima laporan tersebut. “Laporan yang kami terima sama. Ada 11 ibu-ibu menyusui mengalami keracunan setelah meminum jamu jenis uyub-uyub. Hanya kami tidak bisa memastikannya. Perlu uji laboratorium untuk membuktikannya. Namun dilihat dari kronologinya, besar kemungkinan mereka benar telah keracunan,” katanya.

Jika benar, pihaknya akan menemui pedagang jamunya. “Kalau benar, mungkin tidak ada unsur kesengajaan. Mungkin mereka keracunan akibat proses dan penyajiannya yang tidak higienis. Atau bisa juga dicampur dengan jenis atau bahan lain yang sudah kedaluarsa. Yang pasti, kami akan secepatnya memanggil penjualnya. Kami akan lakukan pembinaan agar kejadian ini tidak terulang,” pungkasnya. (Bag)

ilustrasi
ilustrasi

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Efek Kecanduan Seks

  APA jadinya bila seorang pemuda pengangguran kecanduan seks ? Sungguh mengerikan, ia bisa berbuat apa saja, termasuk memperkosa. Itulah

Close