Sopir Angkot Cabuli 2 Bocah, Dibekuk

 

ilustrasi
ilustrasi

SEMARANG (MERAPI) – Aparat Polsek Banyumanik Semarang meringkus dan menjebloskan Sup (37),seorang sopira angkot ke balik terali besi. Penahanan terhadap Sup, menurut keterangan, Selasa (27/3), setelah adanya laporan kasus pencabulan melibatkan tersangka Sup terhadap dua gadis cilik Is(12) dan S (12), anak tetangga warga Banyumanik Semarang.

Kasus pencabulan terhadap anak perempuan di bawah umur itu juga mengundang perhatian serius Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji. “Kasus ini sudah ditangani. Pelakunya Sup sudah kami tangkap dan disel. Tersangka masih terus diperiksa penyidik Polsek Banyumanik,” jelas Kombes Abiyoso Seno Aji .

Terungkapnya ulah Sup bermula dari kecurigaan ibu salah satu korban siswi kelas 6 SD. Sang ibu melihat putrinya berjalan seperti menahan rasa sakit, sehingga sangat mencurigakan.
Kemudian anaknya, Is pada Kamis(24/3) siang sepulang sekolah ditanya. Mula mula korban tidak mau menjawab karena takut ancaman pelaku. “Korban diancam tidak boleh cerita kepada siapa pun termasuk orang tuanya. Kalau cerita mereka akan disakiti”, ucapnya.

Namun, setelah dibujuk akhirnya Is mau menceriterakan penyebab sakitnya karena ulah seorang lelaki dewasa tetangganya yang tega menodai dengan iming iming sejumlah uang di rumah pelaku.
Pengakuan korban, tentu saja membuat orangtuanya kaget. Bahkan, para tetangga lain mendengar kejadian ini turut berang. Apalagi, gadis cilik korban kebejatan Sup tidak cuma satu, tetapi ada korban lain, seorang gadis cilik rekan sekolah korban Is.

Kedua orangtua korban atas ulah Sup tidak terima lalu mengadu ke Polsek hingga tersangka diringkus. Dari hasil pemeriksaan sementara tersangka Sup menodai kedua korban dengan iming iming dan ancaman tidak cuma sekali.

Bahkan, Kasubag Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna mengatakan kedua gadis yang akan mengikuti ujian akhir SD menjadi korban pencabulan tetangganya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini. “Dari hasil pemeriksaan dalam tiga bulan terakhir kedua korban berulang kali dinodai tetangganya di rumah maupun tempat lain”, jelasnya.

Tersangka Sup atas ulahnya dijerat Pasal 76e Jo 81 (2) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 287 KUHP tentang penodaan anak di bawah umur dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.(Sky)

Read previous post:
ilustrasi
PELAKU TERANCAM HUKUMAN BERAT-Bayi Dibuang ke Sungai Hidup-hidup

WONOSARI (MERAPI) - Polisi Polres Gunungkidul terus mendalami hasil pemeriksaan dan penyelidikan kasus penemuan mayat bayi di Sungai Widoro Wetan,

Close