Ribut Tanah Warisan, Adik Gugat Kakak

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Sidang perdana gugatan dengan memeriksa identitas para pihak termasuk kelengkapan administrasi seperti surat kuasa
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Sidang perdana gugatan dengan memeriksa identitas para pihak termasuk kelengkapan administrasi seperti surat kuasa

BANTUL (MERAPI)- Sumbaji (62) warga Bakung, Bangunharjo, Sewon, Bantul dan Punta Yuli Mantara (47) warga Randubelang, Bangunharjo, Sewon, Bantul menggugat drh H Riswanto MM warga Randubelang Bangunharjo Sewon Bantul ke Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (22/3). Gugatan diajukan karena tergugat dinilai melakukan perbuatan melawan hukum (PMH) karena telah menghapus kedua adiknya Sumbaji dan almarhum Muamal atau ayah dari Punta Yuli Mantara sebagai daftar ahli waris.
Dalam sidang pertama yang dipimpin majelis hakim diketuai Subagyo SH MHum dengan kuasa hukum penggugat Drs H Jaka Sarwanta SH MHum MKn MM, Lasdin Wlas SH dan Risnanda Sukma Aji SH kemarin, belum dilanjutkan karena para pihak tak lengkap. Tergugat tak hadir sehingga majelis hakim memutuskan untuk memanggil kembali dan melanjutkan sidang pada Kamis 5 April mendatang.

Dalam gugatannya, kedua penggugat adalah ahli waris almarhumah Choiriyal yang meninggal pada 12 Februari 1989 selaku pewaris sebidang tanah hak adat C No 751 persil 8 kelas P II seluas 501 m2. Saat ini objek tersebut sudah menjadi SHM atas nama Riswanto. Semasa hidupnya almarhumah Choiriyal menikah dengan Wasir Nuri yang mempunyai 8 orang anak.
Para ahli waris 8 orang anak telah mendapat warisan dari almarhumah Choiriyal pada 2008 kecuali 3 orang anak yakni tergugat I dan kedua penggugat mendapat warisan objek sengketa seluas 501 m2. Dari tanah seluas 501 m2 dibagi menjadi 3 bagian, yakni Riswanto mendapat bagian 151 m2, Sumbaji mendapat bagian 200 m2 dan almarhum Muamal mendapat bagian 150 m2.
Selanjutnya Riswanto mengatakan kepada adiknya itu untuk meminjam sertifikat atas hak waris tanah untuk mencari dana dan berjanji akan dikembalikan setelah 1 tahun. Tetapi atas rekayasa Riswanto, nama Sumbaji telah dihapus dan direkayasa sehingga penggugat tak mendapat warisan hingga saat ini.

Saat para penggugat menanyakan perihal sertifikat kepada tergugat I dijawab akan segera dikembalikan. Tetapi pada 15 Oktober 2017 ternyata tanah dan bangunan obyek sengketa telah diagunkan ke BPR Adipura Klaten Jawa Tengah senilai Rp 1,468 miliar. Atas perbuatan tersebut tergugat I telah disomasi dan dilakukan musyawarah tetapi tak menemui titik temu.
Dari perbuatan terdakwa, kedua penggugat tak bisa menikmati obyek sengketa sejak 2008 sampai 2018 senilai Rp 1 miliar. Jumlah tersebut didapat dari bila rumah obyek sengketa dikontrakkan laku Rp 60 juta per tahun sehingga selama 10 tahun sebesar Rp 600 juta. Sementara kerugian imateriil yang diderita para penggugat mencapai mencapai Rp 400 juta.  (C-5)

 

Read previous post:
Persiba Coba Jajaki Eks Timnas

BANTUL (MERAPI) - Gagal mencapai kesepakatan untuk menggunakan jasa dua pelatih yakni Gatot Barnowo dan Djoko Susilo, Persiba Bantul mencoba

Close