PRODUK BAKAL DITARIK DARI PASARAN-Pemilik Membandel, Pabrik Air Mineral Digrebek

MERAPI-SAMENTO SIHONO Ratusan ribu air mineral dalam kemasan disita oleh petugas BPOM, Polsek Pakem dan Subdit IV Ditreskrimsus Polda DIY.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Ratusan ribu air mineral dalam kemasan disita oleh petugas BPOM, Polsek Pakem dan Subdit IV Ditreskrimsus Polda DIY.

PAKEM (MERAPI)- Diduga karena tak kantongi izin, sebuah pabrik Air Minum Kemasan yang berada di Dusun Sempu, Pakem, Sleman digrebek Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogya, Polsek Pakem dan Subdit IV Ditreskrimsus Polda DIY, Kamis (22/3).
Dari dalam pabrik yang digunakan untuk produksi air mineral merk Evita ini, petugas menyita 42.713 air kemasan dalam bentuk botol dan gelas. Kemudian puluhan ribu air mineral yang siap edar tersebut diangkut menggunakan dua buah truk oleh BBPOM.
“Kita amankan barang bukti air mineral kemasan ini karena izin edarnya telah kedaluarsa sejak Juli 2016 lalu,” ujar Kepala BBPOM Yogyakarta, Sandra MP Lintih.
Menurut Sandra, sebelum dilakukan tindakan tegas dengan penyitaan, pihaknya mengaku sudah melakukan pembinaan kepada pemilik usaha. Kendati demikian, pemilik usaha tetap bandel dengan tidak memperpanjang izin edarnya, bahkan tetap produksi.

“Kita sudah berupaya namun tidak membuahkan hasil, makannya kita ambil sikap tegas dengan menyita 42.713 air minum kemasan dengan total harga Rp 16 juta,” katanya.
Sementara saat disinggung soal apakah kandungan berbahaya di dalamnya, Sandra mengaku hal tersebut tidak ditemukan. Ia menegaskan melakukan tindakan tersebut karena pemilik usaha tidak mengantongi izin dari BBPOM.
“Tidak ada kandungan berbahaya di dalam air minum kemasan ini, hanya izin edar tidak dimiliki,” kata Sandra.
Sementara itu, Kanit 2 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda DIY Kompol Eko Basunando menjelaskan, untuk izin operasional bangunan lengkap. Hanya izin produk saja tidak diperpanjang, sementata produk yang sudah beredar akan segera ditarik di pasaran.
“Terkait produk yang sudah beredar kita masih lakukan penyelidikan. Nanti akan melakukan penarikan sesuai hukum acara yang berlaku, pabrik ini hanya tempat produksi,” jelasnya.
Kompol Eko menambahkan, sampai saat ini, pemilik pabrik pun masih belum ditetapkan sebagai tersangka. Hal tersebut lantaran pihaknya masih menungu perkembangan penyidikan di lapangan. “Kita tunggu hasil penyelidikan dulu,” beber Eko.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa pabrik air mineral itu sudah ada sejak ia pertama kali tinggal di wilayah itu pada 2010 lalu. “Dari 2010 sudah ada, di sini untuk produksi, saya juga sering minum air mineral ini,” katanya.
Sementara itu saat awak media hendak mengonfirmasi kepada pemilik PT Tirta Lancar Sejahtera yang diresmikan tahun 2014 ini, para pekerja yang berada di dalam pabrik tidak bersedia berkomentar dan menutup rapat-rapat pintu pabrik.
Akibat perbuatanya tersebut, pemilik usaha terancam dijerat dengan Undang-undang tentang Pangan nomor 18 tahun 2012 dengan ancaman pidana paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 4 milyar. (Shn)

 

Read previous post:
Cegah Radikalisme dan Terorisme, Korem Pamungkas Gelar Literasi Media

WONOSOBO (MERAPI) - Sebagai upaya pencegahan faham radikal dan terorisme yang saat ini menjadi ancaman faktual bagi masyarakat Indonesia, Korem 072/Pamungkas

Close