Pembangunan Gedung Setda Terpadu Sukoharjo Capai 6,2 Persen

Pembangunan Gedung Setda Terpadu Sukoharjo terus dikebut akhir tahun harus selesai. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)
Pembangunan Gedung Setda Terpadu Sukoharjo terus dikebut akhir tahun harus selesai. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Pembangunan Gedung Setda Terpadu Sukoharjo senilai Rp 82,6 miliar sudah mencapai 6,2 persen atau lebih cepat dari perencanaan 4,1 persen. Cepatnya pembangunan membuat lega Pemkab Sukoharjo sebab akhir tahun ini proyek harus selesai setinggi 10 lantai. Dalam pembangunan tersebut diterapkan metode zona dengan pembagian empat zona.

Pejabat Pengelola Teknis Kegiatan (PPTK) Feriyanti, Kamis (22/3) mengatakan, proses pembangunan Gedung Setda Terpadu Sukoharjo terus dikebut. Perkembangan pengerjaan sampai sekarang menunjukan peningkatan signifikan bisa melebihi target. Dalam perencanaan seharusnya pengerjaan baru 4,1 persen namun kenyataanya mampu lebih banyak 6,2 persen.

Keberhasilan tersebut membuat lega Pemkab Sukoharjo. Sebab pembangunan harus diselesaikan sampai akhir tahun ini. Dalam proses pembangunan dilakukan pengawasan secara ketat oleh sejumlah pihak. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan pengerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan.

Dalam pelaksanaan proyek dikerjakan dengan membagi empat zona. Tujuannya untuk mempermudah pengawasan pembangunan. Antara satu zona dengan lainnya saling terkait sehingga pihak pelaksana bisa melakukan perhitungan pengerjaan. Zona yang dimaksud terbagi dalam kategori 1, 2, 3 dan 4.

“Pembagian pelaksanaan pembangunan dalam zona dilakukan sekaligus sebagai pengelompokan untuk mempermudah pengerjaan. Hasilnya bisa dilihat sekarang pelaksanaan pengerjaan lebih cepat selesai melebihi target dalam perencanaan,” ujar Feriyanti.

Di masing masing zona dalam pengerjaan proyek sudah memiliki tenggat waktu sendiri. Pihak rekanan harus mengerjakan dan menyelesaikan sesuai perencanaan. Rekanan dilarang menunda pengerjaan sampai menyebabkan penyelesaian pembangunan molor.

Pemkab Sukoharjo dalam pelaksanaan pembangunan Gedung Setda Terpadu melibatkan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Keterlibatan mereka sangat penting sebagai bagian dari pengawasan bersama. Dalam tim tersebut selain berisi petugas dari pemerintahan juga ada dari aparat penegak hukum.

Gedung Setda Terpadu Sukoharjo sengaja dibangun sebagai bagian dari menyatukan sejumlah perkantoran dinas dalam satu lokasi. Dengan demikian maka akan mempermudah pelayanan pada masyarakat. (Mam)

Read previous post:
PSIM MASIH BUTUH GELANDANG SAYAP DAN BEK TENGAH – 19 Pemain Deal, Arif Tumin Menyusul

YOGYA (MERAPI) - Setelah menyelesaikan proses negosiasi dengan 13 pemain, manajemen PSIM Yogya akhirnya mencapai kata sepakat dengan 6 pemain

Close