LAYANAN BARANG DAN JASA – Antisipasi Korupsi, Sleman Gandeng KPK

MERAPI-AWAN TURSENO Sri Purnomo (tiga dari kiri) dalam Forum Komunikasi Pengadaan Barang dan Jasa.
MERAPI-AWAN TURSENO
Sri Purnomo (tiga dari kiri) dalam Forum Komunikasi Pengadaan Barang dan Jasa.

SLEMAN (MERAPI) – Pengadaan barang dan jasa pemerintah di Kabupaten Sleman tahun 2018 yang melalui proses E-Procurement di bagian layanan pengadaan. Sebanyak 295 paket pekerjaaan dengan total pagu Rp 363 miliar lebih sudah dimulai sejak akhir Desember 2017. Berkaitan dengan hal tersebut semua yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa agar memahami bahwa setiap anggaran yang dikeluarkan merupakan amanah yang harus memiliki manfaat bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan Bupati Sleman Sri Purnomo dalam Forum Komunikasi Pengadaan Barang dan Jasa di Aula Lantai III Kantor Setda Sleman Rabu (21/3). Kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya dalam pencegahan korupsi dilingkup Pemerintah Kabupaten Sleman.

Sri purnomo menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Kabupaten Sleman dalam membangun komitmen bersama untuk melakukan pencegahan dan memerangi korupsi. Ia berpesan kepada peserta forum untuk menggali sebanyak mungkin informasi arahan dari narasumber terkait titik rawan terjadinya korupsi. Sehingga dalam hal pengadaan barang dan jasa sesuai prosedur.

“Semua pihak harus dapat melaksanakannya secara prefesional dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Ditambahkan, Pemkab Sleman membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para penyedia barang/jasa untuk mengikuti lelang. Namun dirinya menekankan agar pemenang lelang untuk lebih mendahulukan kualitas dan harga yang kompetitif.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan Setda Kabupaten Sleman, Mirza Anfansuri menambahkan, kegiatan yang diikuti oleh Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Sleman ini menghadirkan narasumber Kepala Satuan Tugas wilayah IV Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Wuryono Prakoso dengan materi Upaya Pencegahan Titik Rawan Korupsi Dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Menurutnya kegiatan tersebut bertujuan untuk mengepung titik rawan terjadinya korupsi dalam pengadaan barang dan jasa serta upaya mencegahnya. “Kegiatan ini sekaligus sebagai wadah meningkatkan integritas Aparatur Pemerintah Kabupaten Sleman dalam bidang pengadaan sehingga dalam prosedur pelaksaaannya dapat berjalan dengan bersih,” pungkas Mirza. (Awn)

Read previous post:
Pemkab Sleman Beri Dispensasi Sanksi Administrasi Kependudukan

SLEMAN (MERAPI) - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-102 Pemerintah Kabupaten Sleman, sekaligus mewujudkan Gerakan Indonesia Sadar Adminsitrasi

Close