KPU Sosialisasi Pilkada pada Disabilitas Netra

MERAPI-Zaini Arrosyid Penyandang disabilitas simulasi pencoblosan.
MERAPI-Zaini Arrosyid
Penyandang disabilitas simulasi pencoblosan.

TEMANGGUNG (MERAPI) – Template braille pada Pilkada 2018 berbeda dengan pilkada sebelumnya. Kini huruf braille tidak hanya pada nomor pasangan calon (paslon), tetapi juga pada nama paslon. Ini untuk memudahkan penyandang disabilitas netra mengenali paslon yang dipilih.

“Template braille sudah berubah, ini demi pelayanan terbaik pada penyandang disabilitas netra,” kata Komisioner KPU Kabupaten Temanggung dari Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Dwi Wiwik Handayani, pada sosialisasi pilkada pada disabilitas netra di Panti Penganthi, Rabu (21/3).

Dia mengatakan tengah didata ulang kebutuhan template braille di TPS. Ini berkaitan dengan pengadaan dan penyediaan template tersebut. TPS yang terdapat penyandang disabilitas netra akan disediakan sementara yang tidak ada tidak disediakan.

Jadi, lanjutnya, tidak semua TPS menyediakan template braille, jika nanti ternyata di hari H pencoblosan membutuhkan karena ada disablilitas netra yang mencoblos dapat diambilkan dari TPS yang menyediakan template braille. Template netra ini ada dua macam yakni untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota.

Dikatakan KPU gencarkan sosialisasi Pilkada 2018. Semua segmen masyarakat disasar, termasuk penyandang disabilitas netra. Diharapkan mereka semakin melek politik, mengetahui ada pilkada dan cara mencoblosnya, sehingga pada hari H mau datang ke TPS untuk mencoblos.

Dikemukakan pada sosialisasi tersebut, penyandang disabilitas netra langsung praktek bagaimana proses pencoblosan di TPS. Setelah antre, mendapatkan surat suara, mencoblos dan memasukkan ke kotak serta mencelupkan jari pada tinta, mereka lantas menyaksikan perhitungan suara. Pada pencoblosan itu mereka punya hak pendampingan dari orang yang dipilih oleh penyandang disabilitas.

Kepala panti Pelayanan Sosial Disabilitas Netra ‘Penganthi’ Sarjimo mengatakan sosialisasi dan simulasi pencoblosan sangat membantu kelayan dalam pencoblosan pada pesta demokrasi mendatang. ” Diharapkan mereka dapat mencoblos dan tidak salah, sehingga sesuai dengan pilihannya,” katanya.

Dikatakan dari 80 kelayan, pada pilkada mendatang terdapat 61 kelayan yang punya hak politik, mereka akan mencoblos di lingkungan tempat tinggalnya dan sebagian di Panti Penganthi. ” Di Panti Penganti akan didirikan TPS sehingga yang tidak pulang dapat mencoblos disini,” katanya.

Seorang Kelayan, Agus mengatakan sosialisasi tersebut sangat membantu apalagi ada template braille yang lebih baik. ” Kami jadi lebih tahu sebab tidak hanya nomor nemun juga nama paslon,” katanya. (Osy)

Read previous post:
Dua Bulan Gaji Perangkat Desa Macet

KARANGANYAR (MERAPI) - Peralihan penyaluran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) ke rekening tunggal menyebabkan pembayaran gaji perangkat

Close