APK Ditempel di Angkot Dicopot

MERAPI-Zaini Arrosyid Proses pencopotan APK di angkutan umum.
MERAPI-Zaini Arrosyid
Proses pencopotan APK di angkutan umum.

TEMANGGUNG (MERAPI) – Tim gabungan yang terdiri dari Organda, Dinas Perhubungan, Polres, Panwaskab dan KPU Kabupaten Temanggung mencopot alat peraga kampanye paslon Pilkada 2018 yang dipasang di angkutan umum di kabupaten tersebut, Senin (19/3).

Tim diterjunkan di sejumlah titik diantaranya depan pasar Kliwon Temanggung, perempatan BCA, dan pertigaan Subur. Sebelum pencopotan, kru angkutan umum mendapat sosialisasi tentang aturan yang dilanggar. Sebagai langkah pertama mereka tidak mendapat sanksi, namun jika
kedepan mobil yang sama kedapatan ditempeli alat peraga kampanye maka akan dikenai sanksi.

Kepala Bidang Lalulintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Temanggung Cahyono mengatakan aturan yang dilanggar adalah PKPU no 7 Tahun 2017 tentang kampanye, dan Undang-undang Lalu Lintas. Media sosialisasi paslon pilkada dilarang ditempel di fasilitas umum termasuk angkutan umum. ” Stiker di angkutan umum tidak boleh lebih dari 7 centimeter, ini justru satu kaca penuh,” katanya di sela pencopotan.

Dia mengatakan razia pada angkutan ini untuk mentertibkan alat peraga kampanye pilkada, yang tidak diperbolehkan ditempel di fasilitas umum. Razia di kota Temanggung sebagai langkah awal, dan lokasinya cukup strategis mengingat hampir semua angkudes melewati kota. Kedepan akan
ada razia lagi, di tempat yang sama juga di luar kota.

” Pemilik kendaraan dan kru angkutan harus mematuhi aturan. Penempelan alat peraga kampanye pilkada di kaca belakang juga menganggu pandangan pengemudi,” katanya, sembari mengemukakan sedari awal pihaknya sudah menyampaikan pada Organda agar angkutan umum tidak ditempeli media sosialisasi Pilkada 2018

Anggota Panwaskab Temanggung Erwin mengatakan Panwaskab Temanggung beberapa waktu lalu menyampaikan pada Organda, pemkab dan KPU tentang adanya media sosialisasi paslon Pilkada 2018 baik pada Pilgub dan Pilbub di angkutan umum. ” Panwaskab sudah berikan rekomendasi pada KPU untuk penertiban alat peraga kampanye yang salagi aturan, dan kini
mulai ditertibkan,” katanya.

Disampaikan pada sejumlah angkutan umum yang melanggar aturan, pengemudinya diminta untuk mencopot sendiri. Pengemudi juga diminta untuk menyampaikan pelanggaran atas temuan tersebut.

Seorang pengemudi, Agus mengatakan yang menempeli APK tersebut adalah pemilik angkutan, sementara dirinya hanya pengemudi. ” Saya tidak tahu ini di larang, kalau dilarang tentu dapat menyampaikan pada pemilik,” katanya. (Osy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
VIRAL DI MEDIA SOSIAL DITUDUH PENGGENDAM, AMINUDIN MEMBANTAH-“Kami Hanya Mengemis untuk Menyambung Hidup”

BULAKSUMUR (MERAPI)- Petugas Polsek Bulaksumur mengamankan pasangan suami istri beserta tiga anaknya asal Semarang karena dicurigai melakukan aksi penipuan modus

Close