Longsoran Tebing Bengawan Solo di Dalangan Makin Parah

Kades Dalangan, Tawangsari Bagyo Slameto saat menunjukan tebing Sungai Bengawan Solo longsor. (MERAPI-Wahyu Iman Ibadi)
Kades Dalangan, Tawangsari Bagyo Slameto saat menunjukan tebing Sungai Bengawan Solo longsor. (MERAPI-Wahyu Iman Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangasari longsor semakin parah. Sembilan rumah warga terancam hanyut ke sungai karena jaraknya semakin dekat tidak lebih dari 1,5 meter. Kondisi terparah terjadi pada pekarangan warga karena sebagian besar sudah hanyut. Warga berharap pemerintah pusat segera melakukan penanganan dengan membangun talud pengaman.

Kepala Desa (Kades) Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Bagyo Slameto, Senin (19/3) mengatakan, tebing sungai sudah longsor terjadi sejak Tahun 1989 dan secara bertahap terus terjadi sampai Tahun 2018. Sejak awal sampai akhir belum ada penanganan maksimal mengatasi longsor. Akibatnya tebing sungai longsor semakin parah.

Salah satu rumah warga rusak setelah tebing Sungai Bengawan Solo di Dalangan, Tawangsari longsor. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)
Salah satu rumah warga rusak setelah tebing Sungai Bengawan Solo di Dalangan, Tawangsari longsor. (MERAPI-Wahyu Imam Ibadi)

Penyebab tebing sungai longsor karena derasnya arus dan debit air tinggi. Titik awal longsoran terjadi dibagian tikungan atau tabrakan arus air. Longsor dari awalnya kecil atau sedikit lama kelamaan menjadi besar dan melebar.

Kondisi tebing sungai yang longsor paling parah terjadi di Dukuh Dalangan, Desa Dalangan RT 2 RW 3 Kecamatan Tawangsari. Dilokasi tersebut ada sembilan rumah warga terancam. Rumah tersebut beberapa orang pemiliknya terpaksa pindah dan memilih mengosongkan tempat tinggalnya. Namun sebagian rumah sisanya masih ditempati warga.

Wilayah terdampak lainnya akibat tebing sungai longsor yakni di Dukuh Dliyun dan Dukuh Gedungan. Selain mengancam rumah warga tebing sungai yang longsor juga mengancam akses jalan raya. Apabila sebelumnya jarak bibir sungai dengan jalan lebih dari 100 meter maka sekarang tinggal 25 meter.

Pihak Pemerintah Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari resah karena tebing longsor semakin parah dan mendekat ke jalan raya. Apabila dibiarkan maka bisa mengancam akses jalan.

“Sudah lebih dari 29 tahun sejak Tahun 1989 saat awal longsor terjadi sampai Tahun 2018 tebing Sungai Bengawan Solo longsor semakin parah. Pekarangan warga sudah hilang hanyut ke sungai dan sekarang juga mengancam rumah warga karena jarak dengan bibir sungai tinggal 1,5 meter,” ujar Bagyo Slameto.

Salah satu warga Dalangan RT 2 RW 3, Dalangan, Tawangsari Sumarjo mengatakan, ada sembilan rumah warga terancam hanyut ke sungai. Rumah tersebut milik, Sumarjo, Nasir, Seno, Wagiyem, Abdul Aziz, Utari, Tarno, Ngadi, Sriyono.

Kesembilan warga pemilik rumah tersebut semakin resah. Sebab jarak antara bibir sungai dengan rumah warga semakin dekat. Mereka khawatir apabila tidak ada penanganan maka bisa terjadi longsor susulan.

Satu warga Dalangan, Tawangsari, Wardi Wiyono sudah pindah ke rumah anggota keluarganya yang lain. Posisi rumahnya sekarang kosong dan sebagian tanah dan rumah sudah longsor ke sungai.

“Sebagian warga masih tinggal di rumah dan resah. Satu warga yakni Wagiyem sudah pindah rumah ke Jakarta sejak Tahun 2012 ikut keluarganya. Warga meminta agar pemerintah pusat segera turun tangan melakukan penanganan dengan membangun talud pengaman,” ujar Sumarjo.

Sumarjo mengatakan, sejak awal sampai akhir tebing longsor sudah banyak tanah pekarangan warga hanyut ke sungai. “Ada tanah pekarangan warga seluas 1000 meter sudah hanyut ke sungai. Istilahnya tanah sudah hilang dan warga hanya tinggal memiliki sertifikat saja,” lanjutnya.

Warga Dalangan, Tawangsari lainnya Untari menambahkan, kondisi cuaca sering hujan membuat debit dan arus air Sungai Bengawan Solo sangat deras. Dampaknya dirasakan dengan semakin cepatnya longsor terjadi.

“Longsor terus terjadi dan terakhir ada tanah ambles satu petak isi tanaman pohon pisang ke sungai. Saat ambles muncul suara kencang dan membuat kaget,” ujarnya. (Mam)

Read previous post:
Paslon Jangan Kampanye di Forum Keagamaan

KARANGANYAR (MERAPI) - Pasangan calon kepala daerah diminta menghindari kampanye politik di forum keagamaan. Bahkan sangat dilarang menggalang dukungan di

Close