OBAT SAKIT GILA DIEDARKAN DI KALANGAN REMAJA-Pengedar Timbun 400 Ribu Butir Pil Koplo

MERAPI-SAMENTO SIHONO Ratusan ribu butir pil sapi beserta 2 tersangka diamankan di Mapolda DIY.
MERAPI-SAMENTO SIHONO
Ratusan ribu butir pil sapi beserta 2 tersangka diamankan di Mapolda DIY.

DEPOK (MERAPI)- Jajaran Ditresnarkoba Polda DIY berhasil meringkus dua orang pelaku pengedar pil kolo jenis Trihexiphenidhyl dan menyita sebanyak 408.000 butir pil yang juga kondang disebut pil sapi itu. Pil koplo sebanyak itu ditimbun di rumah tersangka FH (29) di Umbulharjo, Yogya dan merupakan pil obat penyakit gila yang sudah tak diproduksi.
Direktur Resnarkoba Polda DIY, Kombes Pol Wisnu Widarto kepada wartawan, Sabtu (17/3) mengatakan, selain FH (29), petugas juga meringkus anak buahnya, yakni RF (30) warga Kalitirto, Berbah, Sleman.
Dikatakan Wisnu, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan seorang pengedar pil koplo, RW oleh jajaran Satnarkoba Polresta Yogya.
Pada Selasa (13/3) lalu, RW diringkus di daerah Warung Boto, Umbulharjo, Yogya usai kulakan 3 botol pil sapi dari rumah FH. Pil sapi itu hendak diedarkan pelaku di kalangan remaja di Yogya.

Temuan ini segera dikembangkan. “RW mengaku beberapa kali beli pil koplo di rumah FH,” ujar Wisnu. Polisi lantas mengembangkannya dengan memburu FH. Saat digrebek di rumahnya di kawasan Umbulharjo, ujar Wisnu, FH dipergoki menyimpan 408 botol pil koplo. Setiap botolnya berisi 1.000 tablet pil sapi dan uang Rp 3 juta. Sehingga total pil koplo yang diamankan sebanyak 400.000 butir lebih.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, status FH diduga merupakan pengedar skala besar. Dan kami masih mengejar pelaku AG yang merupakan bandar di atasnya,” beber Wisnu.
Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda DIY, AKBP Erma Wijayanti Yusriana menambahkan, pelaku menyalahgunakan peredaran pil psikotropika itu. Di pasaran, kata dia, pil tersebut sudah tidak diproduksi. Dari pengakuan FH, ia berjualan pil sapi sejak tahun 2015.

“Kita masih dalami guna menelusuri kemungkinan adanya sindikat lain,” katanya. Dijelaskan, pil sapi itu jika dikonsumsi akan memberi efek menenangkan karena fungsi kerja otak diperlambat. “Pil ini untuk pengobatan orang gila. Tapi oleh pelaku justru dijual ke anak muda dan yang mengonsumi ini ketagihan,” pungkasnya.
Akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat dengan pasal 196 junto pasal 98 ayat 1 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar (Shn)

 

Read previous post:
Ilustrasi
PELAKU DIBAKAR CEMBURU-Mahasiswi Diperkosa Usai Dipukuli

YOGYA (MERAPI) - Gara-gara dibakar api cemburu, seorang pemuda pengangguran, Me (21) asal Bengkulu, nekat menganiaya kekasihnya, Nn (21) mahasiswi

Close